Geger Online – 17 September 2026 | Kemenangan dramatis Real Madrid CF atas Elche dengan skor 3-2 di Stadion Martínez Valero tidak hanya menyisakan cerita di atas lapangan hijau. Di balik sukses tim asuhan Jose Mourinho dalam menjaga posisi puncak klasemen, muncul gelombang kontroversi politik yang menyeret tiga bintang utama klub tersebut: Kylian Mbappé, Vinícius Júnior, dan Ibrahima Konaté.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh pemain diminta mengenakan kaus solidaritas bertuliskan “Todos somos caballas” (kita semua adalah mackerel) sebagai bentuk dukungan bagi masyarakat Ceuta. Wilayah enklave Spanyol di pesisir Afrika Utara tersebut tengah menghadapi krisis kemanusiaan pasca gelombang kedatangan puluhan ribu migran dari Maroko. Namun, ketiga pemain Real Madrid CF tersebut memilih mengenakan kaus dengan cara digulung, sehingga pesan solidaritas yang ingin disampaikan tertutup.
Aksi ini memicu kritik keras dari Presiden La Liga, Javier Tebas, yang menganggap tindakan tersebut sama saja dengan tidak menunjukkan dukungan sama sekali. Di sisi lain, mantan pemain internasional Maroko, Youssef Chippo, justru melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih sensitif. Chippo menegaskan bahwa Ceuta dan Melilla adalah wilayah Maroko yang kini berada di bawah administrasi Spanyol, dan ia menolak keterlibatan olahraga dalam isu kedaulatan politik yang kompleks.
Also Read
Di sisi teknis, Real Madrid CF tampil cukup impresif meski sempat kehilangan keunggulan dua gol. Gol pembuka dari Arda Güler dan penyelesaian klinis Kylian Mbappé sempat membawa Los Blancos unggul nyaman. Namun, Elche mampu menyamakan kedudukan melalui Abiel Osorio dan Nino. Beruntung, pemain pengganti Carlos Espi muncul sebagai pahlawan kemenangan lewat gol penentu pada menit ke-91.
Kemenangan ini menjadi modal psikologis penting bagi Real Madrid CF sebelum melakoni derbi Madrid melawan Atlético Madrid di Stadion Metropolitano. Pelatih Jose Mourinho saat ini tengah memfokuskan perhatian pada pemulihan kondisi Aurélien Tchouaméni. Gelandang asal Prancis tersebut diproyeksikan untuk kembali ke performa terbaiknya guna memberikan keseimbangan lini tengah yang krusial dalam laga derbi mendatang.
Di pertandingan lainnya, rival sekota Atlético Madrid baru saja meraih kemenangan telak 4-0 atas Osasuna. Hasil tersebut menempatkan skuad asuhan Diego Simeone di posisi ketiga, hanya terpaut dua poin dari Real Madrid CF yang terus berpacu dengan Barcelona di papan atas klasemen. Persaingan La Liga musim ini diprediksi akan semakin panas, baik di dalam maupun di luar lapangan, mengingat ketegangan politik yang terus membayangi beberapa klub besar di Spanyol.
Secara keseluruhan, Real Madrid CF kini berada dalam posisi krusial. Meskipun performa di lapangan menunjukkan efektivitas yang mumpuni, tekanan eksternal terkait isu sosial dan politik menuntut para pemain serta manajemen untuk bersikap lebih bijak. Keberhasilan mempertahankan fokus di tengah badai kritik akan menjadi penentu apakah Los Blancos mampu mempertahankan dominasi mereka di La Liga hingga akhir musim.




