Dua Sentimen Menguji Saham GOTO, Intip Prospek dan Rekomendasi Sahamnya

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

11 September 2026, 15:53 WIB

Geger Online – 11 September 2026 | Pasar modal Indonesia tengah diramaikan oleh pergerakan signifikan pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Saat ini, dua sentimen menguji saham GOTO, intip prospek dan rekomendasi sahamnya agar investor dapat mengambil langkah strategis di tengah dinamika pasar yang kian menantang. Sentimen pertama berkaitan dengan kebijakan otoritas bursa mengenai perubahan batas minimum harga saham, sementara sentimen kedua adalah aksi korporasi masif dari investor institusi asing.

Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengubah aturan batas minimum harga saham yang sebelumnya Rp 50 menjadi Rp 1 per saham. Kebijakan ini diprediksi akan mengubah lanskap perdagangan emiten yang selama ini berada di level ‘gocap’ atau Rp 50, termasuk GOTO. Dengan adanya perubahan aturan ini, dua sentimen menguji saham GOTO, intip prospek dan rekomendasi sahamnya, terutama bagi para pemegang saham yang selama empat bulan terakhir melihat pergerakan harga tertahan di level minimum tersebut.

Di tengah ketidakpastian tersebut, investor institusi global, Morgan Stanley & Co International Plc, justru menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi. Berdasarkan data keterbukaan informasi, Morgan Stanley tercatat melakukan aksi borong saham GOTO dalam tiga transaksi sekaligus pada 2 September 2026. Berikut adalah rincian transaksi tersebut:

Transaksi Jumlah Saham Nilai (Rp)
Transaksi 1 12,58 miliar 314,44 miliar
Transaksi 2 119,95 juta 2,99 miliar
Transaksi 3 9,22 miliar 230,52 miliar
Total 21,92 miliar 547,95 miliar

Aksi borong ini meningkatkan kepemilikan Morgan Stanley di GOTO dari 5,71% menjadi 7,59%. Perusahaan investasi tersebut menyatakan bahwa tujuan pembelian saham adalah untuk investasi. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun dua sentimen menguji saham GOTO, intip prospek dan rekomendasi sahamnya, ada pihak yang melihat potensi nilai jangka panjang dari emiten teknologi ini.

Analis Senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangan mendalam mengenai kondisi ini. Menurutnya, pencabutan batas harga Rp 50 akan memicu volatilitas tinggi dalam jangka pendek. Saham GOTO berpotensi menguji level Rp 20 hingga Rp 30, bahkan dalam skenario tekanan jual yang ekstrem, harga bisa bergerak ke kisaran Rp 10 hingga Rp 20. Oleh karena itu, ia memberikan rekomendasi ‘Not Rated’ untuk saham GOTO saat ini.

Nafan menambahkan bahwa pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada mekanisme price discovery yang sehat. Transaksi di pasar negosiasi yang sempat terjadi di kisaran Rp 23-Rp 25 per saham dapat menjadi referensi pasar ke depan. Meskipun kebijakan baru ini berpotensi memicu floating loss bagi sebagian investor, langkah tersebut dianggap krusial agar likuiditas saham yang selama ini ‘tidur’ dapat kembali aktif dan mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya.

Secara keseluruhan, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan memantau keseimbangan antara pasokan serta permintaan di pasar. Meskipun dua sentimen menguji saham GOTO, intip prospek dan rekomendasi sahamnya, keberhasilan GOTO dalam jangka panjang akan sangat ditentukan oleh fundamental perusahaan serta kemampuan pasar dalam menyerap tekanan jual akibat kebijakan baru tersebut. Memahami dua sentimen menguji saham GOTO, intip prospek dan rekomendasi sahamnya secara mendalam adalah kunci bagi investor untuk menavigasi volatilitas yang akan terjadi dalam waktu dekat.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru