Ironi Kopdes Merah Putih di Jombang: Dana Desa Sudah Dipotong, Tapi Gerai Belum Dibangun

Author Image

Jalysa Jalysa Jalysa

-

gegeronline.co.id

Terbit

11 September 2026, 13:54 WIB

Geger Online – 11 September 2026 | Program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih yang digadang-gadang menjadi ujung tombak ekonomi pedesaan kini menghadapi tantangan nyata di lapangan. Terdapat sebuah Ironi Kopdes Merah Putih di Jombang: Dana desa sudah dipotong, tapi gerai belum dibangun [titlebase], di mana puluhan desa di Kabupaten Jombang dilaporkan mengalami kendala serius dalam realisasi pembangunan gerai fisik, meski alokasi dana desa telah dipangkas untuk program tersebut.

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi, mengungkapkan bahwa hambatan utama yang dihadapi bukan terletak pada aspek administratif, melainkan ketersediaan lahan. Menurutnya, setidaknya terdapat 13 hingga 14 desa atau kelurahan di Kecamatan Jombang yang belum memiliki opsi lahan memadai untuk mendirikan gerai. Aset desa yang tersisa saat ini umumnya masih dimanfaatkan untuk kepentingan publik lainnya, seperti gedung sekolah, sehingga tidak memungkinkan untuk dialihfungsikan secara mendadak.

Kondisi Ironi Kopdes Merah Putih di Jombang: Dana desa sudah dipotong, tapi gerai belum dibangun [titlebase] ini cukup kontras dengan ambisi pemerintah pusat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan dengan menyisihkan dana desa sejak awal tahun. Porsi anggarannya dibagi menjadi sepertiga untuk dana desa dan dua pertiga untuk mendukung operasional Kopdes. Pemerintah bahkan menjamin gaji manajer koperasi akan ditanggung negara selama dua tahun pertama guna memastikan keberlangsungan usaha.

Di sisi lain, pemerintah pusat tetap optimistis bahwa program ini akan membawa dampak ekonomi yang signifikan. Kepala Badan Pengaturan BP BUMN, Dony Oskaria, mengklaim bahwa Kopdes Merah Putih berpotensi menyelamatkan keuangan negara hingga Rp150 triliun per tahun. Hal ini dimungkinkan dengan menjadikan koperasi sebagai pusat distribusi tunggal untuk barang-barang bersubsidi, seperti pupuk dan gas elpiji, guna menekan kebocoran subsidi yang selama ini dinikmati oleh pihak yang tidak berhak.

Selain berfungsi sebagai distribusi subsidi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menambahkan bahwa Kopdes juga akan berperan sebagai off-taker atau pembeli hasil produksi masyarakat. Ketika harga komoditas pertanian atau peternakan seperti gabah dan telur jatuh di bawah standar, koperasi diharapkan hadir untuk menjaga harga agar petani tidak merugi. Selain itu, layanan perbankan seperti BRILink juga akan diintegrasikan ke dalam gerai koperasi untuk mempermudah penyaluran bantuan sosial pemerintah.

Meski terdapat Ironi Kopdes Merah Putih di Jombang: Dana desa sudah dipotong, tapi gerai belum dibangun [titlebase], pemerintah pusat terus mematangkan sistem pengawasan melalui tim gabungan yang melibatkan Kementerian Keuangan, Danantara, dan Kementerian Koperasi. Kedaulatan ekonomi desa tetap menjadi target akhir, di mana setelah koperasi dinyatakan siap, seluruh kepemilikan dan keuntungan akan diserahkan sepenuhnya kepada desa masing-masing.

Secara keseluruhan, tantangan lahan di tingkat lokal seperti yang terjadi di Jombang menjadi catatan penting bagi pemerintah pusat dalam mengevaluasi implementasi kebijakan di lapangan. Meskipun visi besar untuk menekan inflasi dan kebocoran subsidi melalui Kopdes Merah Putih sangat menjanjikan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada fleksibilitas pemerintah dalam menyesuaikan teknis pembangunan gerai dengan kondisi geografis dan keterbatasan aset di tiap-tiap desa.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru