Gedung Tua Hogwan di Brebes Runtuh, Tiga Nyawa Melayang

Author Image

Rachmat

-

gegeronline.co.id

Terbit

30 Agustus 2026, 19:19 WIB

Gedung Tua Hogwan di Brebes Runtuh, Tiga Nyawa Melayang
Foto: Petugas melakukan pencarian korban tertimpa bangunan di Bumiayu, Brebes, Minggu (30/8/2026). Imam Suripto/detikJateng
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

BREBES – Sebuah bangunan tua yang dikenal sebagai Gedung Hogwan di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, dilaporkan ambruk pada Minggu (30/8/2026) pagi. Peristiwa tragis ini menyebabkan material bangunan runtuh dan menimpa tiga rumah warga yang berada di sekitarnya.

Gedung Hogwan, yang berlokasi di RW 3 Desa Dukuhturi, merupakan peninggalan dari era kolonial Belanda. Bangunan ini dulunya berfungsi sebagai pabrik tepung tapioka sebelum akhirnya ditutup dan kemudian beralih fungsi menjadi gedung olahraga bulu tangkis.

Saat kejadian, petugas menemukan dua korban jiwa yang tertimpa reruntuhan. Keduanya adalah kakak beradik yang masih bocah, dan rumah mereka berada tepat di sebelah gedung yang ambruk tersebut.

Proses evakuasi dilanjutkan dengan intensif. Petugas akhirnya berhasil menemukan korban ketiga, seorang lansia berusia 85 tahun bernama Kajat, yang ditemukan tidak bernyawa di bawah puing-puing bangunan. “Alhamdulillah, satu lagi korban reruntuhan puing Gedung Hogwan sudah ditemukan di bawah reruntuhan tepat pukul 13.45 WIB. Lansia 85 tahun tubuhnya ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia,” ujar Kepala Pos BPBD Bumiayu, Budi Sudjatmiko.

Jenazah Kajat segera dibawa ke RSUD Bumiayu oleh tim BPBD untuk proses lebih lanjut. Dengan ditemukannya Kajat, total korban meninggal dunia dalam peristiwa robohnya Gedung Hogwan kini berjumlah tiga orang.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru