Tragedi KM Feronia: Kapal Wisata Membawa 25 Turis Tenggelam di Perairan Labuan Bajo NTT, Satu Orang Dinyatakan Hilang – Apa yang Diketahui Sejauh Ini?

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

16 Oktober 2026, 03:52 WIB

Tragedi KM Feronia: Kapal Wisata Membawa 25 Turis Tenggelam di Perairan Labuan Bajo NTT, Satu Orang Dinyatakan Hilang – Apa yang Diketahui Sejauh Ini?
Tragedi KM Feronia: Kapal Wisata Membawa 25 Turis Tenggelam di Perairan Labuan Bajo NTT, Satu Orang Dinyatakan Hilang – Apa yang Diketahui Sejauh Ini?
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 16 Oktober 2026 | Perairan Taman Nasional Komodo kembali menjadi saksi peristiwa memilukan. Sebuah kapal wisata pinisi, KM Feronia, dilaporkan tenggelam setelah dihantam arus kuat di sekitar perairan Pulau Tatawa, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (13/10/2026). Insiden kapal wisata membawa 25 turis tenggelam di perairan Labuan Bajo NTT, satu orang dinyatakan hilang – apa yang diketahui sejauh ini? menjadi fokus utama operasi penyelamatan yang dilakukan oleh tim SAR gabungan selama dua hari terakhir.

Kapal dengan tonase GT 51 tersebut diketahui berangkat dari Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada pagi hari dengan tujuan awal menuju Dermaga Pulau Rinca. Nahas, saat dalam perjalanan kembali menuju Pelabuhan Marina usai para wisatawan menyelesaikan aktivitas menyelam di perairan Manta, kapal tiba-tiba dihantam arus laut yang sangat kuat. Nakhoda kapal, Isran, menjelaskan bahwa hantaman arus dari sisi kiri membuat kapal kehilangan keseimbangan, miring, dan akhirnya tenggelam sepenuhnya.

Data dari pihak berwenang menunjukkan bahwa terdapat total 30 orang di atas kapal, yang terdiri dari 25 penumpang dan 5 orang anak buah kapal (ABK). Dari total tersebut, 21 penumpang di antaranya merupakan wisatawan mancanegara, sementara sisanya adalah wisatawan domestik. Hingga saat ini, tim SAR gabungan yang melibatkan personel Pos SAR Manggarai Barat, KSOP Labuan Bajo, Lanal Labuan Bajo, serta pihak kepolisian telah berhasil mengevakuasi 29 orang dalam kondisi selamat.

Namun, satu penumpang wanita berusia 23 tahun bernama Veronica Beatrix Jessica masih belum ditemukan. Kondisi perairan yang ekstrem, termasuk arus bawah yang deras dan jarak pandang yang terbatas, menjadi kendala utama bagi tim penyelam dalam upaya mencari korban. Hingga Rabu (14/10/2026) malam, bangkai kapal KM Feronia juga belum berhasil diidentifikasi posisinya di dasar laut.

Keluarga korban, termasuk kedua orang tua Veronica, telah tiba di Labuan Bajo untuk memantau langsung proses pencarian. Sang ayah bahkan secara aktif bergabung dengan tim SAR di lapangan, sementara sang ibu tetap menunggu di Pelabuhan Marina bersama kerabat lainnya. Pihak keluarga memberikan apresiasi atas kerja keras tim penyelamat yang terus berupaya meski dihadapkan pada medan yang sulit.

Sebagai informasi tambahan terkait insiden kapal wisata membawa 25 turis tenggelam di perairan Labuan Bajo NTT, satu orang dinyatakan hilang – apa yang diketahui sejauh ini? tim SAR menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Pihak KSOP Kelas III Labuan Bajo dan tim SAR Maumere terus melakukan evaluasi setiap sore untuk menentukan strategi pencarian di hari berikutnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh penyedia jasa wisata bahari di kawasan Taman Nasional Komodo agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan arus laut yang tidak menentu. Meskipun upaya evakuasi telah berhasil menyelamatkan sebagian besar korban, hilangnya satu nyawa tetap menjadi duka mendalam bagi dunia pariwisata Indonesia.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru