Tragedi Berdarah di Mako Polairud: Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan Sendiri

Author Image

Jalysa Jalysa Jalysa

-

gegeronline.co.id

Terbit

21 Oktober 2026, 13:53 WIB

Tragedi Berdarah di Mako Polairud: Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan Sendiri
Tragedi Berdarah di Mako Polairud: Bharatu Valdo Tewas Ditembak Rekan Sendiri
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 21 Oktober 2026 | Publik dihebohkan dengan peristiwa memilukan yang terjadi di Mako Polairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Kondisi tragis Bharatu Valdo tewas ditembak Bharada Andika, 4 peluru di kepala, ada luka sabetan [titlebase] menjadi sorotan utama setelah insiden penembakan sesama anggota Polri tersebut terungkap ke publik. Peristiwa yang terjadi pada Jumat (16/10/2026) dini hari itu merenggut nyawa Bharatu Laurentius Valdo Fernandez Lawai, seorang polisi asal Flores Timur, NTT, di tangan rekannya sendiri, Bharada Andika Rahmadani.

Penyelidikan awal mengungkap bahwa insiden ini dipicu oleh persoalan pribadi yang melibatkan keduanya. Bharada Andika, yang bertugas sebagai staf administrasi di bagian Pampreslog Ditpoludara, mengaku sering merasa tertekan akibat perundungan yang ia terima dari korban. Ketakutan yang berlebihan membuat pelaku merasa terpojok hingga akhirnya nekat melakukan tindakan keji tersebut. Kondisi tragis Bharatu Valdo tewas ditembak Bharada Andika, 4 peluru di kepala, ada luka sabetan [titlebase] pun terkonfirmasi setelah hasil pemeriksaan forensik menunjukkan adanya empat proyektil peluru yang bersarang di kepala korban, ditambah dengan adanya luka sabetan senjata tajam pada tubuhnya.

Kronologi kejadian bermula sekitar pukul 04.00 WIB di ruang pemadam kebakaran Mako Ditpoludara. Pelaku diketahui telah menyiapkan senjata tajam jenis pisau sejak 12 Oktober 2026. Senjata tersebut sempat ia simpan di loker sebelum akhirnya mengambil senjata api dari pos jaga untuk mendatangi korban yang sedang beristirahat. Aksi brutal ini mengakibatkan nyawa Bharatu Valdo tidak tertolong di tempat kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan menahan tersangka untuk proses penyidikan lebih lanjut. Sejumlah barang bukti, termasuk selongsong peluru, senjata tajam, dan barang pribadi milik pelaku telah disita. Pihak kepolisian menegaskan tidak akan ada toleransi bagi personel yang melakukan tindak pidana berat tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi institusi Polri terkait pengawasan kesehatan mental dan dinamika internal antaranggota. Kondisi tragis Bharatu Valdo tewas ditembak Bharada Andika, 4 peluru di kepala, ada luka sabetan [titlebase] meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar korban di Flores Timur. Saat ini, Bharada Andika telah ditetapkan sebagai tersangka dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Proses penyidikan masih terus berjalan untuk mendalami motif secara lebih komprehensif guna memastikan keadilan bagi keluarga korban.

Masyarakat berharap agar kasus ini diusut secara transparan dan profesional. Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku diharapkan mampu memberikan efek jera, sekaligus menjadi bahan evaluasi agar insiden serupa tidak terulang kembali di lingkungan kepolisian di masa depan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru