Kegagalan Eksekusi Penalti Warnai Kekalahan Menyakitkan PSV di Markas RB Leipzig

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

14 Oktober 2026, 09:53 WIB

Kegagalan Eksekusi Penalti Warnai Kekalahan Menyakitkan PSV di Markas RB Leipzig
Kegagalan Eksekusi Penalti Warnai Kekalahan Menyakitkan PSV di Markas RB Leipzig
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 14 Oktober 2026 | Langkah PSV di ajang Liga Champions Eropa musim ini menemui jalan terjal setelah menelan kekalahan tipis 1-0 saat melawat ke markas RB Leipzig, Selasa malam waktu setempat. Kegagalan memaksimalkan peluang emas, termasuk tendangan penalti, menjadi faktor utama yang menggagalkan ambisi tim asuhan Peter Bosz untuk membawa pulang poin dari tanah Jerman.

Pertandingan yang berlangsung intens ini sebenarnya memberikan banyak kesempatan bagi PSV untuk mencuri keunggulan. Momen krusial terjadi pada menit ke-15 ketika wasit memberikan hadiah penalti setelah tinjauan VAR mengonfirmasi adanya pelanggaran handsball di kotak terlarang RB Leipzig. Sayangnya, eksekusi Ivan Perisic yang mengarah ke sisi tengah bawah gawang berhasil dibendung oleh kaki kiper Maarten Vandevoordt. Kegagalan ini menjadi titik balik mentalitas tim sepanjang sisa babak pertama.

Di lini tengah, pemain asal Jepang, Kodai Sano, tampil cukup solid dengan bermain penuh selama 90 menit. Sano berperan aktif dalam menjaga ritme permainan dan memberikan perlindungan bagi lini belakang, namun dominasi serangan PSV kerap kali terbentur oleh ketangguhan pertahanan tuan rumah dan performa impresif kiper Leipzig.

Memasuki babak kedua, RB Leipzig mulai meningkatkan intensitas serangan. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-75 melalui aksi Brajan Gruda. Memanfaatkan bola liar hasil tendangan sudut, Gruda melepaskan tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang sempat membentur punggung Perisic sebelum akhirnya bersarang di gawang Matěj Kovář. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam laga yang berjalan sangat ketat ini.

Pasca pertandingan, kapten PSV, Mauro Junior, secara terbuka mengakui tanggung jawabnya atas gol tersebut. Menurutnya, kegagalan dalam menjaga area di sekitar kotak penalti saat situasi bola mati menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan oleh lawan. Selain itu, Sven Mijnans yang tampil sebagai ujung tombak juga mengungkapkan kekecewaannya setelah gagal mengonversi peluang emas di awal babak kedua yang seharusnya bisa mengubah jalannya pertandingan.

Hasil ini menempatkan PSV dalam situasi sulit di fase liga dengan hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan awal. Meskipun secara statistik permainan terlihat cukup stabil, efektivitas di depan gawang menjadi pekerjaan rumah utama bagi Peter Bosz. PSV kini harus segera bangkit dan membenahi koordinasi pertahanan serta ketajaman lini depan sebelum menghadapi laga-laga krusial berikutnya di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa ini.

Kekalahan ini menjadi pengingat keras bahwa di level tertinggi, detail kecil seperti kegagalan penalti dan kelengahan sesaat dalam skema bola mati dapat berakibat fatal. Fokus tim kini sepenuhnya beralih untuk memperbaiki performa agar bisa kembali ke jalur kemenangan pada pertandingan mendatang.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru