KRI Sriwijaya Batal Tampil Perdana di Naval Parade HUT ke-81 TNI, KSAL Beri Penjelasan

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

26 September 2026, 01:53 WIB

KRI Sriwijaya Batal Tampil Perdana di Naval Parade HUT ke-81 TNI, KSAL Beri Penjelasan
KRI Sriwijaya Batal Tampil Perdana di Naval Parade HUT ke-81 TNI, KSAL Beri Penjelasan
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 26 September 2026 | Kehadiran kapal induk terbaru milik TNI Angkatan Laut, KRI Sriwijaya-100, sempat menjadi sorotan publik dalam menyambut perayaan hari ulang tahun militer Indonesia. Namun, kabar terbaru mengonfirmasi bahwa KRI Sriwijaya batal tampil perdana di naval parade HUT ke-81 TNI [titlebase] yang sedianya akan digelar di perairan Selat Sunda pada 4 Oktober 2026 mendatang. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari penyederhanaan rangkaian perayaan HUT TNI ke-81 yang diputuskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan bahwa perubahan rencana tersebut merupakan bentuk efisiensi nasional. Selain membatalkan parade kapal perang atau naval parade, pemerintah juga meniadakan puncak perayaan di Monas serta atraksi jet tempur yang biasanya memeriahkan suasana. Meskipun KRI Sriwijaya batal tampil perdana di naval parade HUT ke-81 TNI [titlebase], Laksamana Ali menegaskan bahwa kapal tersebut kini berada dalam kondisi prima dan siap menjalankan tugas negara kapan saja diperintahkan.

Prosesi pergantian nama kapal yang sebelumnya dikenal sebagai ITS Giuseppe Garibaldi milik Italia ini telah dilakukan secara resmi pada Kamis, 24 September 2026, di Dermaga 107 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Nama Sriwijaya dipilih sebagai simbol kejayaan maritim Nusantara di masa lampau, sekaligus harapan untuk mengembalikan kekuatan laut Indonesia di kancah global.

Terkait kesiapan teknis, KRI Sriwijaya-100 saat ini sedang dipersiapkan untuk berbagai kemungkinan penugasan. TNI AL juga tengah merencanakan proses retrofit atau peningkatan fasilitas kapal agar lebih optimal dalam mendukung misi kemanusiaan, penanggulangan bencana, hingga dukungan medis. Estimasi biaya untuk peningkatan fasilitas ini diperkirakan mencapai Rp7,5 triliun. Pihak TNI AL telah menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan dalam negeri PT PAL dan perusahaan asal Italia, Fincantieri, untuk menangani proses tersebut.

Meskipun masyarakat tidak dapat melihat langsung KRI Sriwijaya batal tampil perdana di naval parade HUT ke-81 TNI [titlebase] dalam perayaan tahun ini, komitmen TNI AL untuk memperkuat pertahanan laut tetap menjadi prioritas utama. Kapal induk ini diharapkan menjadi tulang punggung kekuatan pertahanan negara di tengah dinamika strategis kawasan yang semakin kompleks. Saat ini, seluruh jajaran kru kapal tinggal menunggu instruksi lebih lanjut dari pimpinan untuk melaksanakan misi pertama mereka.

Secara keseluruhan, pembatalan partisipasi kapal induk ini dalam perayaan HUT TNI ke-81 tidak mengurangi esensi kesiapan tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Fokus utama saat ini beralih pada pemeliharaan dan penugasan operasional yang lebih taktis. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah lebih memprioritaskan kesiapan operasional nyata dibandingkan sekadar unjuk kekuatan dalam perayaan seremonial semata.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru