Geger Online – 30 September 2026 | Kasus tragis yang menimpa Wakil Rektor II Institut Teknologi dan Bisnis (IT&B) Indonesia, Asprina Surbakti (38), akhirnya menemui titik terang setelah pihak kepolisian berhasil meringkus para pelaku. Motif pembunuhan wakil rektor ITB Indonesia terungkap, dua pelaku memantau korban dua bulan lamanya sebelum akhirnya melancarkan aksi kejahatan mereka di kediaman korban di kawasan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Karo, menjelaskan bahwa kedua tersangka yang masing-masing berinisial AFR (25) dan MRS (37) ditangkap di tempat persembunyian mereka di kawasan Jalan Jermal, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang, pada Senin dini hari, 28 September 2026. Penangkapan ini merupakan hasil kolaborasi antara tim gabungan Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Karo.
Hasil penyidikan mengungkap fakta mencengangkan bahwa kedua pelaku merupakan mantan buruh bangunan yang pernah bekerja di kompleks perumahan tempat tinggal korban. Keahlian dan pemahaman mereka mengenai kondisi lingkungan serta kebiasaan korban dimanfaatkan secara matang untuk memuluskan rencana perampokan tersebut. Terungkapnya bahwa motif pembunuhan wakil rektor ITB Indonesia terungkap, dua pelaku memantau korban dua bulan, memberikan gambaran betapa terencana dan dinginnya aksi kriminal yang dilakukan oleh tersangka.
Also Read
Kronologi kejadian bermula saat kedua pelaku berangkat dari Medan menuju Berastagi menggunakan transportasi umum. Pada Jumat, 25 September 2026, sekitar pukul 04.00 WIB, mereka menyusup ke rumah korban dengan cara memanjat melalui atap kaca di bagian belakang rumah. Pelaku menyadari bahwa korban tinggal seorang diri dan memiliki aset berharga, termasuk kendaraan mewah. Namun, saat mereka beraksi, korban terbangun dan memergoki pelaku. Situasi yang tidak terkendali tersebut menyebabkan pelaku menganiaya Asprina Surbakti hingga tewas di tempat, sebelum akhirnya jasad korban disembunyikan di kamar mandi.
Usai melakukan tindakan keji tersebut, pelaku menggasak sejumlah barang berharga milik korban, termasuk uang tunai sebesar Rp30 juta, perhiasan berupa anting, jam tangan, dan membawa kabur satu unit mobil Mitsubishi XForce bernomor polisi BK 1326 SAD. Sebagian dari uang hasil kejahatan tersebut dilaporkan telah digunakan oleh tersangka untuk membeli telepon seluler dan kebutuhan pribadi lainnya.
Dalam keterangan resminya, kepolisian menegaskan bahwa kasus ini murni merupakan tindakan perampokan yang direncanakan secara matang, bukan didasari oleh motif asmara seperti yang sempat beredar di masyarakat. Penegasan ini sekaligus mengakhiri spekulasi liar mengenai latar belakang pembunuhan tersebut. Hingga saat ini, pihak berwajib terus melakukan pendalaman terhadap barang bukti yang telah diamankan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan di lingkungan tempat tinggal. Kasus di mana motif pembunuhan wakil rektor ITB Indonesia terungkap, dua pelaku memantau korban dua bulan ini menunjukkan bahwa pelaku kriminal sering kali merupakan pihak yang memahami seluk-beluk lingkungan dan rutinitas calon korbannya. Saat ini, kedua tersangka telah ditahan di Mapolres Karo untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di depan hukum dengan ancaman hukuman berat sesuai dengan pasal yang berlaku.




