Geger Online – 10 Oktober 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah memberikan arahan strategis terkait transformasi sistem rekrutmen personel di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Dalam sebuah taklimat yang ditujukan kepada 800 perwira tinggi TNI dan Polri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Presiden menegaskan bahwa Prabowo minta rekrutmen TNI-Polri bukan hanya lihat fisik, pakai kacamata tak masalah asalkan pintar [titlebase] sebagai langkah awal modernisasi sumber daya manusia di institusi keamanan negara.
Perubahan kebijakan ini didasari oleh kesadaran akan dinamika ancaman keamanan global yang terus berevolusi. Menurut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, tantangan pertahanan di masa depan tidak lagi terbatas pada kekuatan fisik semata. Era peperangan hibrida (hybrid warfare) yang melibatkan teknologi canggih seperti drone dan sistem siber menuntut prajurit dan anggota polisi yang memiliki kapasitas intelektual tinggi serta literasi teknologi yang mumpuni.
Instruksi Presiden tersebut sejalan dengan visi untuk membangun institusi yang lebih adaptif. Oleh karena itu, Prabowo minta rekrutmen TNI-Polri bukan hanya lihat fisik, pakai kacamata tak masalah asalkan pintar [titlebase], dengan maksud agar potensi individu yang memiliki kecerdasan luar biasa namun memiliki keterbatasan fisik minor, seperti mata minus atau penggunaan kacamata, tetap dapat berkontribusi bagi negara. Fokus utama seleksi kini diarahkan pada kemampuan kognitif dan penguasaan ilmu pengetahuan sebagai aset utama dalam menjaga kedaulatan bangsa.
Also Read
Selain mengenai syarat fisik, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menambahkan bahwa Presiden juga menekankan pentingnya profesionalisme dan penguatan kesiapsiagaan operasional. Prajurit dan anggota Polri diminta untuk menghilangkan ego sektoral yang selama ini dianggap menghambat efektivitas di lapangan. Institusi keamanan negara diharapkan mampu memberikan pelayanan tercepat kepada masyarakat serta menjaga kepercayaan publik dengan integritas yang tinggi.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi TNI dan Polri yang telah bekerja keras mendukung program-program pemerintah, mulai dari ketahanan pangan hingga ketahanan energi. Keberhasilan program pemerintah sangat bergantung pada stabilitas keamanan yang terjaga, dan perwira tinggi diinstruksikan untuk menjadi teladan bagi seluruh prajurit di bawah komando mereka dalam menjalankan tugas negara.
Secara keseluruhan, langkah ini menandai pergeseran paradigma rekrutmen yang lebih inklusif dan berbasis kompetensi. Dengan memastikan Prabowo minta rekrutmen TNI-Polri bukan hanya lihat fisik, pakai kacamata tak masalah asalkan pintar [titlebase] diterapkan dalam sistem seleksi yang baru, diharapkan Indonesia mampu mencetak generasi baru aparat keamanan yang cerdas, tangkas, dan siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan rutin akan terus menjadi fokus utama untuk mendukung transformasi ini guna memastikan TNI dan Polri tetap relevan dalam menjaga keamanan nasional di masa depan.
![Ketegangan di Berbagai Lini: Kala Prajurit RI-Australia Serbu Kelompok Separatis [titlebase] dan Tantangan Alam Indonesia](https://gegeronline.co.id/wp-content/uploads/2026/10/ketegangan-di-berbagai-lini-kala-prajurit-ri-australia-serbu-kelompok-separatis-titlebase-dan-tantangan-alam-indonesia.webp)



