TNI AD Bongkar Praktik Judi Online di Rumah Dinas, KSAD Maruli Simanjuntak: Sangat Memalukan!

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

9 Oktober 2026, 23:53 WIB

TNI AD Bongkar Praktik Judi Online di Rumah Dinas, KSAD Maruli Simanjuntak: Sangat Memalukan!
TNI AD Bongkar Praktik Judi Online di Rumah Dinas, KSAD Maruli Simanjuntak: Sangat Memalukan!
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 09 Oktober 2026 | Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan respons tegas terkait terbongkarnya praktik judi online (judol) yang menggunakan rumah dinas TNI AD sebagai tempat operasional. Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik institusi militer dan tidak akan mendapatkan perlindungan dalam bentuk apa pun.

Kasus ini mencuat setelah pihak TNI AD melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Komplek Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta, pada Minggu (4/10). Pengungkapan ini bermula dari laporan warga mengenai adanya aktivitas mencurigakan. Setelah dilakukan pengecekan oleh personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan, ditemukan sejumlah barang bukti berupa 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan KTP yang diduga digunakan sebagai sarana operasional judi online.

Dalam penggerebekan tersebut, sebanyak sebelas warga sipil yang terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan turut diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Detasemen Polisi Militer (Denpom). Terkait keterlibatan oknum internal, Maruli Simanjuntak mengonfirmasi bahwa rumah tersebut ditempati oleh seorang perwira menengah berpangkat Letnan Kolonel (Inf) berinisial Arman, yang menjabat sebagai Kepala Seksi Intelijen Garnisun Tetap 1/Jakarta. Saat ini, yang bersangkutan telah ditahan di Markas Polisi Militer Komando Daerah Militer (Pomdam) Jaya untuk menjalani proses pemeriksaan intensif.

Maruli Simanjuntak kembali menekankan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi prajurit yang terlibat dalam aktivitas terlarang tersebut. Sanksi tegas dipastikan akan diberikan sesuai dengan aturan hukum militer yang berlaku. Ia menilai bahwa penggunaan fasilitas negara untuk kegiatan ilegal seperti judi online adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik dan institusi.

Di sisi lain, di tengah kesibukannya menangani kasus internal tersebut, nama Maruli Simanjuntak juga sempat mencuat dalam bursa calon Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Agus Subiyanto. Menanggapi isu yang beredar luas di masyarakat, ia memilih untuk bersikap tenang. Maruli menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi terkait pergantian jabatan tersebut secara struktural. Ia menilai bahwa spekulasi mengenai posisi Panglima TNI belum pantas untuk dibicarakan sebelum ada ketetapan resmi dari pemerintah maupun DPR.

Hingga saat ini, Pomdam Jaya masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan oknum perwira tersebut dalam jaringan judi online yang beroperasi di rumah dinasnya. Kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh jajaran TNI AD untuk senantiasa menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan fasilitas kedinasan untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan yang melanggar hukum.

Peristiwa ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam melakukan bersih-bersih dari praktik perjudian daring yang kian meresahkan masyarakat. Langkah tegas yang diambil oleh pimpinan diharapkan dapat memberikan efek jera bagi personel lain agar tidak terjerumus ke dalam tindakan serupa di masa mendatang.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru