Geger Online – 09 Oktober 2026 | Jagad politik nasional tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah dokumen yang memicu polemik luas. Fenomena viral surat pemakzulan Gibran catut nama kader Nasdem, partai janji segera klarifikasi kebenarannya [titlebase] menjadi sorotan utama di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis (8/10/2026). Dokumen kontroversial tersebut bernomor 090/FNASDEM/A-429/X/2026 dan tertanggal 7 Oktober 2026, yang secara spesifik mencatut nama anggota Fraksi NasDem DPR RI, Tonny Tesar.
Surat yang ditujukan kepada Pimpinan DPR RI tersebut mengusung perihal yang cukup sensitif, yakni “Usul Pemberhentian (Impeachment) Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka“. Dalam narasinya, dokumen tersebut mendesak agar DPR segera menindaklanjuti dugaan persoalan persyaratan administrasi pendidikan Gibran saat proses pencalonan pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024. Isu viral surat pemakzulan Gibran catut nama kader Nasdem, partai janji segera klarifikasi kebenarannya [titlebase] pun dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan grup percakapan digital.
Menanggapi hal tersebut, Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni, memberikan klarifikasi tegas. Ia membantah keras keaslian surat tersebut dan menyatakan bahwa dokumen itu adalah hoaks. Sahroni menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada sikap resmi dari Partai NasDem untuk menempuh mekanisme pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran. “Hoaks, hoaks. Nggak ada, nggak ada,” tegas Sahroni di hadapan awak media.
Also Read
Sahroni menjelaskan bahwa posisi partai terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 mengenai persyaratan pendidikan Gibran masih dalam tahap pengkajian internal. Menurutnya, belum ada arahan khusus dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, yang menginstruksikan kader untuk melakukan langkah hukum atau politik yang bersifat ekstrem seperti pemakzulan. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan bahwa dinamika hukum yang berkembang pasca-putusan MK tersebut akan segera dibahas lebih lanjut di tingkat Fraksi NasDem DPR RI.
Hingga berita ini diturunkan, Tonny Tesar yang namanya dicatut dalam dokumen tersebut belum memberikan keterangan resmi atau konfirmasi terkait keterlibatannya dalam penyusunan surat itu. Pihak partai sendiri terus memantau perkembangan situasi dan berkomitmen untuk mengusut siapa pihak yang bertanggung jawab di balik penyebaran informasi palsu ini. Upaya untuk meminimalisir dampak dari viral surat pemakzulan Gibran catut nama kader Nasdem, partai janji segera klarifikasi kebenarannya [titlebase] terus dilakukan agar tidak terjadi disinformasi yang lebih luas di tengah masyarakat.
Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan betapa krusialnya verifikasi informasi di tengah tensi politik yang dinamis. Partai NasDem menekankan bahwa setiap langkah politik yang diambil oleh fraksi akan dilakukan melalui mekanisme partai yang sah dan transparan, bukan melalui surat yang tidak terkonfirmasi kebenarannya. Publik pun diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi dokumen atau berita yang mengatasnamakan lembaga negara atau partai politik tanpa adanya bukti keabsahan yang valid.




