Skandal Roti Palsu Memanas: Kasus Bake n Grind Kini Masuki Tahap Penyidikan

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

25 Oktober 2026, 19:53 WIB

Skandal Roti Palsu Memanas: Kasus Bake n Grind Kini Masuki Tahap Penyidikan
Skandal Roti Palsu Memanas: Kasus Bake n Grind Kini Masuki Tahap Penyidikan
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 25 Oktober 2026 | Kasus dugaan penipuan produk makanan sehat yang melibatkan toko roti rumahan, Bake n Grind, kini memasuki babak baru yang krusial. Buntut kasus roti Bake n Grind, Felicia Elizabeth dipolisikan atas dugaan pencemaran nama baik [titlebase] menjadi pembuka cerita panjang terkait perseteruan antara konsumen dan pemilik usaha. Meski sempat tersudut dengan laporan balik tersebut, Felicia kini mendapatkan angin segar setelah pihak kepolisian secara resmi meningkatkan status laporan yang ia layangkan terhadap pemilik Bake n Grind ke tahap penyidikan.

Toko roti yang berbasis di Jakarta ini sebelumnya menuai kecaman hebat dari publik setelah klaim produk mereka yang mencakup label gluten free, dairy free, sugar free, hingga vegan terbukti palsu. Sejak Oktober 2025, Felicia Elizabeth (FE) telah menempuh jalur hukum karena pemilik usaha dianggap tidak memiliki iktikad baik untuk bertanggung jawab atas kerugian yang dialami konsumen. Di tengah proses hukum yang berjalan, narasi mengenai buntut kasus roti Bake n Grind, Felicia Elizabeth dipolisikan atas dugaan pencemaran nama baik [titlebase] sempat mendominasi pembicaraan di media sosial, namun kini fokus publik beralih pada tindak lanjut pihak berwajib.

Polda Metro Jaya, melalui pernyataan resmi, mengonfirmasi bahwa laporan polisi yang diajukan FE pada 17 Oktober 2025 terhadap terlapor berinisial FN telah naik status menjadi tahap penyidikan per 24 Agustus 2026. Fokus utama penyidikan ini adalah ketidaksesuaian informasi dan klaim produk makanan yang dipasarkan kepada konsumen, yang secara langsung berkaitan dengan perlindungan hak-hak konsumen di Indonesia.

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah bekerja secara intensif dengan mengumpulkan berbagai bukti material dan keterangan saksi. Berikut adalah rincian barang bukti yang telah disita oleh penyidik:

  • 16 orang saksi telah diperiksa untuk dimintai keterangan.
  • 6 lembar tangkapan layar akun Instagram resmi Bake n Grind.
  • 14 lembar menu produk yang memuat klaim palsu.
  • 13 lembar bukti transaksi pembayaran dari konsumen.
  • Dokumen pendukung lainnya seperti rekaman CCTV dan surat pernyataan permohonan maaf.

Tidak hanya bukti dokumen, penyidik juga telah melakukan uji laboratorium terhadap sampel produk yang hasilnya keluar pada 15 September 2026. Hasil uji lab ini menjadi instrumen penting dalam pembuktian di pengadilan nantinya. Meskipun sempat ada polemik di mana buntut kasus roti Bake n Grind, Felicia Elizabeth dipolisikan atas dugaan pencemaran nama baik [titlebase], pihak kepolisian menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap pihak terkait berinisial EM dan FM akan segera dijadwalkan pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Perkembangan kasus ini menjadi pengingat keras bagi para pelaku usaha rumahan agar tidak mempermainkan kepercayaan konsumen dengan klaim kesehatan yang tidak berdasar. Bagi konsumen, kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting untuk lebih kritis terhadap label produk yang dijual secara daring. Dengan bergulirnya tahap penyidikan, masyarakat kini menanti keadilan bagi pihak-pihak yang dirugikan oleh praktik bisnis yang menyesatkan ini. Harapannya, proses hukum yang transparan dapat memberikan efek jera agar tidak ada lagi konsumen yang menjadi korban atas ketidakjujuran komposisi produk makanan di masa depan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru