Prabowo Singgung Rakyat Miskin Saat Rakornas TPAKD: Lebih Baik Saya Enggak Jadi Presiden, Malu!

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

23 Oktober 2026, 11:53 WIB

Prabowo Singgung Rakyat Miskin Saat Rakornas TPAKD: Lebih Baik Saya Enggak Jadi Presiden, Malu!
Prabowo Singgung Rakyat Miskin Saat Rakornas TPAKD: Lebih Baik Saya Enggak Jadi Presiden, Malu!
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 23 Oktober 2026 | Dalam sebuah momen yang sarat akan emosi dan komitmen kebangsaan, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas mengenai kesejahteraan masyarakat Indonesia. Saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026), Prabowo singgung rakyat miskin saat Rakornas TPAKD: Lebih baik saya enggak jadi presiden, malu! [titlebase]. Ungkapan ini menjadi penegasan bahwa kesejahteraan rakyat adalah tolok ukur utama keberhasilan kepemimpinannya.

Presiden menekankan bahwa ia tidak bersedia menjabat sebagai kepala negara jika masyarakatnya terus-menerus hidup dalam kemiskinan. Baginya, status presiden hanyalah sebuah sarana untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan kehidupan yang layak. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo singgung rakyat miskin saat Rakornas TPAKD: Lebih baik saya enggak jadi presiden, malu! [titlebase] sebagai bentuk pertanggungjawaban moral yang ia pikul di hadapan rakyat dan Tuhan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah berencana melakukan transformasi ekonomi dengan fokus pada pembangunan dari tingkat bawah. Strategi ini mencakup penguatan ekonomi daerah secara merata, tidak hanya berpusat pada sektor atas. Prabowo berkomitmen untuk meningkatkan aliran dana ke daerah agar roda ekonomi di tingkat kabupaten dan provinsi dapat berputar lebih kencang. Ia memastikan bahwa alokasi anggaran ke daerah di masa pemerintahannya akan jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Dalam rakornas tersebut, Presiden juga memberikan apresiasi terhadap kinerja TPAKD yang telah berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 53 triliun kepada lebih dari dua juta penerima manfaat. Ke depan, pemerintah menargetkan peningkatan penyaluran kredit untuk rakyat hingga mencapai Rp 400 triliun. Pembiayaan ini difokuskan bagi pelaku UMKM, petani, nelayan, hingga pedagang kecil di seluruh penjuru tanah air. Meskipun terdapat dinamika penurunan pagu Transfer ke Daerah (TKD) dalam APBN 2026, Prabowo meminta kepala daerah untuk tetap tenang dan fokus menggerakkan ekonomi masyarakat.

Pemerintah daerah menyambut baik arahan tersebut. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan bahwa peluang perluasan akses pembiayaan ini merupakan angin segar bagi pelaku usaha mikro. Penguatan peran TPAKD diharapkan mampu menjembatani kebutuhan modal bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan produktif. Hal ini sejalan dengan spirit Prabowo singgung rakyat miskin saat Rakornas TPAKD: Lebih baik saya enggak jadi presiden, malu! [titlebase], yang menekankan bahwa seluruh potensi negara harus dikerahkan demi memperkuat ekonomi akar rumput.

Secara keseluruhan, komitmen yang ditunjukkan Presiden Prabowo merupakan sinyal kuat bagi seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja lebih keras dalam mempercepat inklusi keuangan. Keberhasilan pembangunan ekonomi nasional pada akhirnya akan sangat bergantung pada seberapa efektif dana tersebut tersalurkan hingga ke pelosok daerah. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, OJK, dan pemerintah daerah, kesejahteraan rakyat diharapkan bukan lagi sekadar wacana, melainkan realitas yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru