Geger Online – 07 September 2026 | Publik menyoroti kinerja pemerintahan saat ini dengan munculnya temuan menarik dari Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI). Hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase] yang menunjukkan adanya perbedaan penilaian yang signifikan antara Presiden dan Wakil Presiden. Data ini memberikan potret nyata mengenai bagaimana masyarakat memandang peran masing-masing figur di kursi kepemimpinan nasional.
Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, Ali Rif’an, memaparkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Prabowo Subianto berada di angka 57,6 persen. Angka ini merupakan akumulasi dari responden yang merasa sangat puas dan cukup puas. Sementara itu, tingkat kepuasan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tercatat di angka 40,1 persen. Secara statistik, hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase] menunjukkan tantangan tersendiri bagi koordinasi di dalam kabinet.
Survei yang berlangsung pada 23 hingga 29 Juli 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi dengan metode multistage random sampling. Selain tingkat kepuasan, kepercayaan publik terhadap pemerintahan secara kolektif masih tergolong cukup positif, yakni mencapai 61,4 persen. Ali Rif’an menjelaskan bahwa kepercayaan merupakan elemen intangible atau keyakinan masyarakat yang masih terjaga meski terdapat dinamika penilaian kinerja yang berbeda.
Also Read
Dalam rincian data, berikut adalah perbandingan tingkat kepuasan masyarakat:
- Presiden Prabowo Subianto: 57,6 persen puas, 40,6 persen tidak puas.
- Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka: 40,1 persen puas, 54,4 persen tidak puas.
Temuan ini menjadi indikator penting bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi. Meski hasil survei ASI ungkap gap kepuasan Prabowo-Gibran, Prabowo 57,6 persen dan Gibran terpaut 17 persen [titlebase], pemerintah tetap memiliki capaian positif di sektor-sektor tertentu. Sektor kesehatan, misalnya, mendapatkan apresiasi tertinggi dengan tingkat kepuasan mencapai 61,5 persen, disusul oleh sektor keamanan dan pendidikan.
Program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) juga menjadi sorotan utama. Sebanyak 44,9 persen responden merasakan manfaat langsung dari program tersebut, dan 51,5 persen masyarakat menyatakan setuju agar program ini terus dilanjutkan. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat masih memiliki tempat di hati publik, meskipun efektivitas pelaksanaannya masih perlu ditingkatkan.
Secara keseluruhan, data survei ini mencerminkan bahwa masyarakat Indonesia sangat kritis terhadap kinerja pemimpinnya. Adanya kesenjangan penilaian antara Presiden dan Wakil Presiden menuntut adanya pembagian peran yang lebih harmonis dan komunikatif. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil tidak hanya dipahami sebagai visi Presiden, tetapi juga sebagai hasil kerja kolektif yang dirasakan manfaatnya secara merata hingga ke lapisan bawah. Evaluasi mendalam terhadap sektor-sektor dengan tingkat kepuasan rendah, seperti ekonomi, diharapkan menjadi prioritas dalam periode pemerintahan mendatang guna menjaga kepercayaan publik tetap stabil.



