Geger Online – 27 September 2026 | Panggung Pestapora 2026 di JIExpo Kemayoran kembali menjadi saksi kedigdayaan King Nassar dalam menghibur ribuan penonton. Tampil dengan kostum carousel di Pestapora, King Nassar ungkap soal ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi bagi para penggemar yang telah meluangkan waktu dan biaya untuk hadir. Kehadiran sang biduan yang sudah memasuki tahun kelima di festival musik ini memang selalu dinanti, terutama karena kejutan visual yang ia bawa di setiap penampilannya.
Pada Jumat (25/9/2026), Nassar hadir dengan busana tematik yang sangat mencolok. Kostum bernuansa merah putih tersebut dirancang menyerupai wahana komidi putar atau carousel, lengkap dengan atap yang mengembang serta ornamen kuda-kudaan yang menggantung di busananya. Penampilan ini pun sontak memicu riuh rendah penonton yang memadati area Pestapora Stage. Saat ia tampil dengan kostum carousel di Pestapora, King Nassar ungkap soal ini dengan jujur kepada awak media, bahwa ia merasa perlu memberikan totalitas maksimal sebagai balasan atas dukungan penggemar yang telah menyisihkan uang demi membeli tiket.
“Bagaimana caranya orang beli tiket itu kan uangnya ada yang dikumpulkan. Ada yang mungkin sampai berpikir makan pecel lele saja tidak apa-apa, yang penting bisa menonton Pestapora. Jadi saya harus memperhatikan segalanya, mulai dari baju, lagu, hingga suara,” ujar pria yang akrab disapa King Nassar tersebut di sela-sela penampilannya. Baginya, setiap detail di atas panggung adalah bentuk penghargaan kepada audiens yang telah setia mendukung kariernya.
Also Read
Aksi panggung Nassar malam itu benar-benar memukau. Ia membabat habis 12 lagu populer dengan penuh energi, mulai dari “Lima Menit Lagi”, “Ikan Dalam Kolam”, hingga “Seperti Mati Lampu”. Tidak hanya sekadar bernyanyi, ia juga melakukan interaksi intens, termasuk membagikan lolipop kepada penonton. Kehadiran tokoh publik lain seperti Sheila Dara dan Erwin Gutawa di pinggir panggung pun menambah keseruan suasana. Keputusan untuk tetap tampil dengan kostum carousel di Pestapora, King Nassar ungkap soal ini sebagai bukti bahwa di tengah kesibukan persiapan konser tunggalnya yang bertajuk “Lost In The Jungle” pada November mendatang, ia tetap tidak ingin setengah-setengah dalam bekerja.
Penampilan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut ditutup dengan aksi melepas luaran kostum carousel, sebuah transisi yang menandai puncak kemeriahan aksi panggungnya. Keberhasilan Nassar dalam memadukan vokal mumpuni dengan konsep visual yang nyentrik menegaskan posisinya sebagai salah satu penampil paling ikonik di industri musik dangdut tanah air. Dedikasinya dalam menjaga kualitas pertunjukan menjadi standar tersendiri bagi musisi lain yang tampil di ajang festival besar seperti Pestapora.
Secara keseluruhan, aksi Nassar tidak hanya sekadar pertunjukan musik, melainkan sebuah perayaan interaksi antara idola dan penggemar. Melalui totalitas kostum yang ia kenakan, ia membuktikan bahwa profesionalisme adalah kunci utama dalam mempertahankan eksistensi. Harapan para penonton untuk melihat Nassar kembali di edisi Pestapora mendatang pun semakin besar, mengingat konsistensi dan energi positif yang selalu ia bawa ke atas panggung.



