Tanggapi Tantangan MSCI, OJK Buka Suara Terkait Wacana Dasco Soal Rating Pasar Modal Mandiri

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

27 Oktober 2026, 19:52 WIB

Tanggapi Tantangan MSCI, OJK Buka Suara Terkait Wacana Dasco Soal Rating Pasar Modal Mandiri
Tanggapi Tantangan MSCI, OJK Buka Suara Terkait Wacana Dasco Soal Rating Pasar Modal Mandiri
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 27 Oktober 2026 | Wacana yang dilontarkan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengenai kemandirian Indonesia dalam menilai kualitas pasar modalnya sendiri terus menuai perhatian publik. Topik Dasco ingin Indonesia tentukan rating pasar modal sendiri, ini respons OJK [titlebase] menjadi perbincangan hangat di kalangan pelaku industri keuangan setelah adanya ancaman penurunan status bursa efek Indonesia oleh MSCI.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan tanggapan resmi mengenai isu tersebut. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menyatakan bahwa pihaknya menyambut positif setiap dukungan yang bertujuan memperkuat pasar modal domestik. Meski demikian, OJK menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi lebih lanjut terkait teknis implementasi dari wacana Dasco ingin Indonesia tentukan rating pasar modal sendiri, ini respons OJK [titlebase] tersebut.

Menurut Hasan, koordinasi antara regulator dan legislatif merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas pasar. Segala masukan yang bersifat membangun, termasuk ide untuk memiliki lembaga pemeringkat independen, akan dianalisis lebih mendalam pada waktunya. OJK memandang bahwa penguatan pasar modal tidak hanya bergantung pada penilaian asing, tetapi juga pada fundamental internal yang solid.

Dorongan dari Dasco muncul setelah MSCI pada pertengahan Oktober 2026 memberikan sinyal potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. MSCI menyoroti beberapa kekhawatiran terkait aksesibilitas investasi dan tata kelola pasar saham. Menanggapi hal tersebut, Dasco melalui akun media sosialnya menegaskan optimisme bahwa Indonesia memiliki kekuatan untuk menentukan nasibnya sendiri. Ia menekankan pentingnya kekompakan pelaku pasar dalam menciptakan rating yang mencerminkan fundamental ekonomi Indonesia yang sebenarnya.

Sebagai langkah nyata dalam meningkatkan transparansi pasar, OJK saat ini juga tengah membenahi mekanisme High Shareholder Concentration (HSC). Langkah-langkah penyempurnaan tersebut meliputi:

  • Melibatkan pihak independen dari luar organisasi regulator mandiri (SRO) ke dalam komite kerja.
  • Memperluas keanggotaan komite HSC menjadi sembilan orang dengan komposisi mayoritas pihak eksternal.
  • Meningkatkan standarisasi metodologi penilaian untuk memenuhi kebutuhan investor dan penyedia indeks global.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menambahkan bahwa komposisi komite HSC yang baru akan terdiri dari empat direksi SRO dan lima perwakilan eksternal dari latar belakang akademisi, tata kelola, dan investor. Inisiatif ini diharapkan mampu menjawab tantangan tata kelola yang sempat disorot oleh pihak internasional.

Secara keseluruhan, dinamika yang terjadi menunjukkan bahwa Indonesia tengah bersiap memperkuat kedaulatan informasi pasar modalnya. Meskipun wacana Dasco ingin Indonesia tentukan rating pasar modal sendiri, ini respons OJK [titlebase] masih memerlukan kajian mendalam, langkah-langkah konkret seperti reformasi mekanisme HSC membuktikan bahwa regulator tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan global. Sinergi antara kebijakan pemerintah, pengawasan OJK, dan partisipasi aktif pelaku pasar diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa pemenang di kancah keuangan dunia.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru