Harga Emas Diprediksi Fluktuatif Pekan Ini, Berpotensi Terkoreksi ke Rp 2.520.000 per Gram

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

29 September 2026, 09:52 WIB

Harga Emas Diprediksi Fluktuatif Pekan Ini, Berpotensi Terkoreksi ke Rp 2.520.000 per Gram
Harga Emas Diprediksi Fluktuatif Pekan Ini, Berpotensi Terkoreksi ke Rp 2.520.000 per Gram
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 29 September 2026 | Pasar komoditas emas kembali menjadi pusat perhatian para investor di pengujung September 2026. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Harga emas diprediksi fluktuatif pekan ini, berpotensi terkoreksi ke Rp 2.520.000 per gram [titlebase]. Kondisi pasar yang dinamis ini mencerminkan tarik-menarik antara sentimen domestik dan faktor makroekonomi eksternal yang terus membayangi pergerakan harga instrumen safe haven tersebut.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa pada perdagangan akhir pekan lalu, logam mulia ditutup di angka Rp2.653.000 per gram. Mengingat dinamika pasar yang ada, Ibrahim memperingatkan bahwa harga emas diprediksi fluktuatif pekan ini, berpotensi terkoreksi ke Rp 2.520.000 per gram [titlebase]. Koreksi ini merupakan skenario teknikal yang perlu diwaspadai jika tekanan jual di pasar komoditas berlanjut secara masif selama satu pekan penuh.

Berikut adalah proyeksi rentang harga logam mulia dan emas dunia yang menjadi acuan pelaku pasar:

  • Logam Mulia Lokal: Rp2.520.000 hingga Rp2.720.000 per gram.
  • Emas Dunia (Support): 3.948 dolar AS per troy ons.
  • Emas Dunia (Resistance): 4.654 dolar AS per troy ons.

Selain tekanan koreksi, terdapat pula skenario penguatan bagi instrumen ini. Jika sentimen pasar berbalik arah karena meningkatnya permintaan aset aman, harga emas berpotensi merangkak naik ke level Rp2.673.000 per gram. Hal ini menunjukkan bahwa harga emas diprediksi fluktuatif pekan ini, berpotensi terkoreksi ke Rp 2.520.000 per gram [titlebase], namun tetap memiliki ruang untuk pergerakan bullish tergantung pada data inflasi dan kebijakan moneter bank sentral global.

Faktor lain yang turut memengaruhi pergerakan ini adalah aksi strategis bank sentral di berbagai negara. Penurunan harga yang terjadi belakangan ini justru dimanfaatkan oleh lembaga moneter, seperti Bank Sentral China, untuk melakukan diversifikasi cadangan devisa. Dengan mengalihkan aset berbasis dolar AS ke emas, bank sentral dapat mengamankan cadangan mereka di tengah fluktuasi mata uang. Aksi borong yang konsisten sejak awal tahun ini menjadi indikator kuat bahwa emas masih menjadi aset pelindung nilai andalan di tengah ketidakpastian iklim ekonomi.

Para investor ritel maupun institusional disarankan untuk tetap mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat, termasuk data deflator PCE Agustus, yang diprediksi akan menjadi motor penggerak sentimen pasar pekan ini. Meskipun terdapat perbedaan pandangan di kalangan analis mengenai arah jangka pendek emas, konsensus pasar tetap menunjukkan optimisme terhadap ketahanan logam mulia sebagai instrumen investasi jangka panjang.

Secara keseluruhan, volatilitas yang tinggi pada pekan ini menuntut kehati-hatian ekstra bagi para pelaku pasar. Mengingat harga emas diprediksi fluktuatif pekan ini, berpotensi terkoreksi ke Rp 2.520.000 per gram [titlebase], investor diharapkan untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan dan tetap memperhatikan dinamika nilai tukar rupiah serta kebijakan suku bunga global sebagai indikator utama pergerakan harga ke depan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru