Drama Sengit Botafogo vs Grêmio: Debut Tite dan Kontroversi VAR Warnai Stadion Nilton Santos

Author Image

Io-lani Javante Haki

-

gegeronline.co.id

Terbit

18 September 2026, 15:52 WIB

Drama Sengit Botafogo vs Grêmio: Debut Tite dan Kontroversi VAR Warnai Stadion Nilton Santos
Drama Sengit Botafogo vs Grêmio: Debut Tite dan Kontroversi VAR Warnai Stadion Nilton Santos
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 18 September 2026 | Stadion Nilton Santos menjadi saksi bisu laga krusial dalam lanjutan Campeonato Brasileiro yang mempertemukan botafogo vs grêmio pada Rabu malam. Pertandingan tunda pekan ke-21 ini tidak hanya menjadi panggung bagi kembalinya performa gemilang tuan rumah, namun juga menjadi debut pengamatan langsung bagi pelatih anyar Botafogo, Tite, yang memantau jalannya laga dari tribun penonton.

Botafogo berhasil mengakhiri puasa kemenangan dalam enam laga terakhir setelah menundukkan Grêmio dengan skor ketat 3-2. Pertandingan botafogo vs grêmio ini berlangsung intens sejak menit awal. Danilo membuka keunggulan bagi tuan rumah pada menit ke-28, namun Grêmio sempat menyamakan kedudukan melalui Jovane Cabral pada menit ke-35. Memasuki babak kedua, Montoro dan Danilo kembali mencatatkan nama mereka di papan skor, membawa Botafogo unggul 3-1 sebelum Gustavo Martins memperkecil ketertinggalan bagi tim tamu di penghujung laga.

Di balik kemenangan tersebut, terdapat sorotan tajam mengenai taktik dan posisi pemain. Laporan dari dalam klub menyebutkan bahwa Tite kurang puas dengan penempatan posisi Montoro pada babak pertama. Namun, sang gelandang merespons dengan performa impresif di babak kedua, mencetak satu gol dan memberikan dua assist krusial bagi Danilo, yang menjadikannya pemain terbaik dalam duel botafogo vs grêmio kali ini.

Kontroversi mewarnai menit-menit akhir pertandingan ketika Carlos Vinícius mencetak gol yang sempat membuat kubu Grêmio yakin akan menyamakan kedudukan. Sayangnya, teknologi impedimen semiautomatis membatalkan gol tersebut karena posisi pemain yang dinilai offside hanya dengan selisih satu sentimeter. Keputusan ini memicu kemarahan manajemen Grêmio yang merasa dirugikan oleh sistem tersebut. Rafael Lima, wakil presiden sepak bola Grêmio, secara terbuka mengkritik CBF atas apa yang ia sebut sebagai kesalahan sistematis yang terus mendera klubnya.

Kemenangan dalam laga botafogo vs grêmio ini menempatkan Botafogo di posisi ke-11 klasemen sementara dengan 35 poin. Di sisi lain, kekalahan ini membuat Grêmio terpuruk di posisi ke-16 dengan 28 poin, hanya satu tingkat di atas zona degradasi. Kondisi ini membuat tekanan bagi pelatih Renato Gaúcho semakin besar, mengingat timnya masih kesulitan meraih kemenangan saat bertindak sebagai tim tamu.

Secara keseluruhan, laga ini menunjukkan dualisme nasib bagi kedua kesebelasan. Botafogo kini memiliki harapan baru di bawah pengamatan Tite untuk memperbaiki posisi di sisa musim, sementara Grêmio harus segera berbenah untuk menghindari jurang degradasi yang semakin mengancam. Ketajaman lini depan Botafogo yang dipadukan dengan efektivitas taktik di babak kedua menjadi pembeda utama dalam pertandingan yang penuh drama dan ketegangan hingga peluit panjang dibunyikan.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru