Geger Online – 18 September 2026 | Situasi pelik tengah menyelimuti Old Trafford seiring dengan performa Manchester United yang jauh dari ekspektasi di awal musim kompetisi 2026/2027. Di tengah tekanan yang kian memuncak terhadap Michael Carrick, muncul kabar bahwa seorang pelatih berpengalaman muncul sebagai kandidat pengganti Carrick jika berpisah dengan Man United [titlebase]. Langkah antisipasi ini diambil manajemen klub menyusul serangkaian hasil minor yang mendera Setan Merah dalam beberapa laga terakhir di Premier League maupun kompetisi domestik lainnya.
Hingga pekan keempat Premier League, Manchester United tercatat baru mampu mengumpulkan empat poin. Performa yang dianggap mengecewakan ini diperparah dengan kekalahan menyakitkan 0-1 dari rival sekota, Manchester City, dalam laga derby yang berlangsung pada 13 September 2026 lalu. Ironisnya, United gagal memaksimalkan keunggulan jumlah pemain setelah City harus bermain dengan sepuluh orang. Tak berhenti di situ, langkah Setan Merah di Piala Liga Inggris juga harus terhenti lebih awal setelah mereka takluk 2-3 dari Brighton & Hove Albion di kandang sendiri, meski sempat memimpin dua gol terlebih dahulu.
Kondisi ini membuat manajemen klub mulai bergerak taktis. Jurnalis ternama Ben Jacobs mengindikasikan bahwa dukungan internal bagi Carrick tidak lagi bulat sepenuhnya. Dalam dinamika tersebut, nama Antonio Conte santer disebut sebagai sosok yang paling potensial untuk mengisi kursi kepelatihan. Sebagai seorang pelatih berpengalaman muncul sebagai kandidat pengganti Carrick jika berpisah dengan Man United [titlebase], Conte dinilai memiliki rekam jejak yang mumpuni dengan deretan trofi yang pernah ia raih bersama klub-klub besar Eropa.
Also Read
Antonio Conte bukanlah sosok asing bagi publik sepak bola Inggris. Ia pernah mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa Chelsea menjuarai Premier League pada musim 2016/2017. Selain itu, ia juga memiliki pengalaman melatih klub-klub top seperti Juventus, Inter Milan, Tottenham Hotspur, dan terakhir Napoli. Keberhasilannya membawa Napoli menjuarai Serie A dua musim lalu menjadi bukti kapabilitas taktisnya. Statusnya yang saat ini sedang tidak terikat dengan klub mana pun membuat manajemen Manchester United melihat peluang emas untuk melakukan pendekatan strategis.
Meskipun rumor mengenai pergantian manajer semakin kencang, hingga kini belum ada keputusan resmi dari pihak klub untuk mengakhiri kerja sama dengan Carrick. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa laga melawan Fulham pada Sabtu (19/9/2026) akan menjadi krusial sebelum jeda internasional tiba. Hasil pertandingan tersebut diyakini akan menjadi penentu apakah manajemen akan tetap mempertahankan sang mantan gelandang atau benar-benar berpaling pada opsi lain.
Jika melihat dari kebutuhan mendesak untuk mengembalikan kejayaan klub, kehadiran sosok dengan profil seperti Conte memang sering dikaitkan dengan kebijakan klub papan atas. Fenomena di mana seorang pelatih berpengalaman muncul sebagai kandidat pengganti Carrick jika berpisah dengan Man United [titlebase] menunjukkan bahwa kesabaran manajemen memiliki batas. Publik kini tengah menanti apakah Carrick mampu membalikkan keadaan atau justru ini menjadi akhir perjalanannya sebagai manajer permanen.
Pada akhirnya, masa depan kursi kepelatihan di Manchester United akan bergantung pada konsistensi performa tim di lapangan hijau dalam waktu dekat. Jika tren negatif berlanjut, tidak menutup kemungkinan bagi manajemen untuk segera merealisasikan rencana suksesi demi menyelamatkan musim yang baru saja berjalan ini.




