Geger Online – 19 September 2026 | Manchester United kembali menelan pil pahit di awal musim 2026/2027 setelah tersingkir secara mengejutkan dari ajang Carabao Cup. Dalam laga yang berlangsung di Old Trafford, tim asuhan Michael Carrick harus mengakui keunggulan Brighton & Hove Albion dengan skor 2-3, meski sempat memimpin dua gol lebih awal. Sorotan utama dalam pertandingan ini tertuju pada penampilan impresif wonderkid, Shea Lacey, yang mencetak gol perdana bagi tim senior, namun momen bersejarah tersebut harus terkubur oleh hasil akhir yang menyakitkan.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi bagi tuan rumah. Shea Lacey tampil memukau sejak menit awal dan berhasil memecah kebuntuan melalui aksi solo yang brilian, disusul gol cepat dari Mason Mount yang membuat pendukung Setan Merah sempat optimistis. Namun, kendali permainan yang dipegang United perlahan memudar. Brighton mampu memperkecil ketertinggalan melalui Charalampos Kostoulas tepat sebelum turun minum, yang kemudian disusul oleh gol penyama kedudukan dari Pascal Gross dan gol penentu kemenangan oleh Maxim De Cuyper di babak kedua.
Kekalahan ini memicu kritik tajam terhadap strategi Michael Carrick. Mantan pemain timnas Inggris, Jamie Redknapp, secara terbuka mengkritik keputusan manajer yang dianggap gagal merespons taktik Brighton. Pergantian pemain yang dilakukan Carrick, termasuk memasukkan Joshua Zirkzee, dinilai tidak memberikan dampak positif. Bahkan, Redknapp menyoroti bahwa kehadiran pemain pengganti justru membuat performa tim semakin menurun secara kolektif.
Also Read
Di sisi lain, potensi besar yang dimiliki Shea Lacey menjadi satu-satunya cahaya terang di tengah performa buruk United. Selain kemampuannya mencetak gol, sang pemuda juga menunjukkan kedewasaan di lapangan. Ia terlihat memberikan instruksi taktis kepada rekan setimnya, Benjamin Sesko, sebuah kualitas kepemimpinan yang mengingatkan banyak pihak pada sosok Bruno Fernandes. Kepercayaan diri Shea Lacey untuk memimpin di usia 19 tahun menegaskan statusnya sebagai aset masa depan klub yang sangat berharga.
Michael Carrick sendiri mengakui bahwa ia merasa bersimpati kepada pemain mudanya tersebut. Menurutnya, hasil buruk ini seharusnya tidak menutupi pencapaian luar biasa yang telah diraih oleh sang pemain di laga debut penuhnya. Carrick menegaskan bahwa ia bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim dalam mempertahankan keunggulan. Tekanan kini semakin besar bagi manajer asal Inggris ini, mengingat performa Manchester United yang belum stabil di berbagai kompetisi.
Secara keseluruhan, kekalahan dari Brighton menjadi pengingat keras bagi Manchester United untuk segera membenahi lini pertahanan dan konsistensi permainan. Meski muncul talenta berbakat seperti Shea Lacey yang memberikan harapan baru, manajemen tim harus segera mengevaluasi pola permainan agar tidak terus terjebak dalam rentetan hasil negatif yang mengecewakan para suporter setia di Old Trafford.

![Manchester United Mulai Melirik Opsi Baru: Pelatih Berpengalaman Muncul sebagai Kandidat Pengganti Carrick Jika Berpisah dengan Man United [titlebase]](https://gegeronline.co.id/wp-content/uploads/2026/09/manchester-united-mulai-melirik-opsi-baru-pelatih-berpengalaman-muncul-sebagai-kandidat-pengganti-carrick-jika-berpisah-dengan-man-united-titlebase.webp)


