Beranda / Berita / Nasional / Dua Kali Operasi Kandung Kemih, Rumsiah Merasa Terbantu JKN

Dua Kali Operasi Kandung Kemih, Rumsiah Merasa Terbantu JKN

Dua Kali Operasi Kandung Kemih, Rumsiah Merasa Terbantu JKN

Rumsiah (57), warga Kampung Kadusogol, Desa Mekarwangi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, mengungkapkan rasa syukurnya atas perlindungan yang diberikan oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Ia telah menjalani dua kali operasi akibat gangguan pada kandung kemih dan bersyukur seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya.

Rumsiah merupakan peserta JKN segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), di mana iurannya ditanggung oleh pemerintah. Selama menjadi peserta, ia mengaku program JKN sangat membantu keluarganya yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Alhamdulillah, saya sudah sekitar 13 tahun menjadi peserta BPJS Kesehatan dari PBI. Selama ini sangat membantu keluarga kami. Kami memang berasal dari keluarga yang ekonominya pas-pasan, jadi kalau tidak ada BPJS Kesehatan mungkin akan sangat berat untuk membayar biaya pengobatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).

Perjalanan pengobatan Rumsiah dimulai ketika ia mengalami gangguan pada kandung kemih yang mengharuskannya mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Hermina Ciruas, Kabupaten Serang, ia kemudian menerima surat rujukan untuk menjalani tindakan operasi di Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta.

Pada Mei 2024, dokter mendiagnosis bahwa ia memerlukan operasi kandung kemih. Operasi pertama berjalan lancar. Namun, sebulan kemudian, ia kembali mengalami keluhan kesehatan berupa kesulitan buang air kecil, yang mengharuskan ia menjalani operasi untuk kedua kalinya.

Akibat kondisi tersebut, Rumsiah harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama kurang lebih satu minggu. Setelah diperbolehkan pulang, ia masih diwajibkan menjalani masa pemulihan disertai kontrol dan perawatan lanjutan selama dua bulan agar kondisinya benar-benar membaik.

Meskipun harus melalui serangkaian tindakan medis yang cukup panjang, Rumsiah mengaku tidak pernah mengalami kendala dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Seluruh prosedur, mulai dari pemeriksaan, tindakan operasi, rawat inap, hingga kontrol pascaoperasi berjalan dengan baik sesuai ketentuan Program JKN. “Saya dirawat, dioperasi dua kali, kemudian kontrol selama dua bulan. Semua berjalan lancar dan seluruh biayanya ditanggung BPJS Kesehatan. Saya benar-benar merasa sangat terbantu,” tuturnya.

Setelah kondisi kesehatannya membaik, ia tetap menjaga komunikasi dengan tenaga kesehatan melalui pemeriksaan rutin. Namun, sekitar satu tahun setelah operasi, ia kembali merasakan keluhan yang sama, yakni kesulitan buang air kecil.

Ia pun kembali memeriksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Hingga saat ini, ia masih rutin menjalani kontrol kesehatan setiap bulan di RS SHL Pandeglang guna memantau perkembangan penyakit kandung kemih yang dideritanya. Menurutnya, pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan selama pemeriksaan dan kontrol berjalan dengan baik. Ia juga merasa terbantu dengan sikap tenaga kesehatan yang ramah serta rutin memantau kondisi kesehatannya.

Rumsiah berharap Program JKN dapat terus berlanjut dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya warga dengan keterbatasan ekonomi yang membutuhkan akses kesehatan. “Saya sangat bersyukur karena semua biaya operasi, rawat inap, pemeriksaan, sampai kontrol rutin ditanggung BPJS Kesehatan. Kalau harus membayar sendiri, tentu saya tidak sanggup. Semoga program ini terus ada dan semakin membantu masyarakat yang membutuhkan seperti saya,” pungkasnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *