Geger Online – 19 September 2026 | Konflik berkepanjangan di Yaman kembali mencatatkan babak baru yang mengkhawatirkan. Di tengah situasi yang terus memanas, pengamat militer mencatat bahwa Houthi Yaman dinilai semakin kuat setelah bertahun-tahun perang, punya beragam rudal balistik [titlebase]. Fenomena ini terlihat dari kemampuan kelompok tersebut dalam melancarkan serangan presisi yang mematikan terhadap posisi pasukan pemerintah, bahkan hingga mampu melakukan pencegatan terhadap armada udara canggih milik koalisi Arab Saudi.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, eskalasi kekerasan mencapai titik didih dengan 63 orang dilaporkan tewas dalam serangkaian pertempuran sengit. Pejabat pemerintah Yaman mengonfirmasi bahwa sedikitnya 23 tentara mereka gugur akibat gempuran rudal dan serangan pesawat nirawak atau drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi di wilayah barat daya. Di sisi lain, milisi Houthi melaporkan kehilangan 40 petempur akibat serangan udara balasan dari koalisi Saudi serta pertempuran darat yang intens.
Peningkatan kekuatan ini tidak terjadi dalam semalam. Setelah sempat mengalami periode relatif tenang selama empat tahun, kelompok Houthi kini menunjukkan dominasi yang lebih agresif, terutama di wilayah pesisir. Keberhasilan mereka merebut Mokha pasca-gencatan senjata yang dimediasi PBB pada 2022 menjadi bukti nyata bahwa Houthi Yaman dinilai semakin kuat setelah bertahun-tahun perang, punya beragam rudal balistik [titlebase] untuk mengamankan kendali atas Sanaa dan wilayah padat penduduk di utara serta barat Yaman.
Also Read
Ketegangan udara pun semakin meningkat. Koalisi Arab Saudi dilaporkan telah meluncurkan lebih dari 450 serangan udara dalam satu pekan terakhir yang menyasar tujuh wilayah strategis, termasuk Taiz, Marib, dan al-Bayda. Namun, milisi Houthi merespons dengan perlawanan yang tak terduga. Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengklaim bahwa pasukannya berhasil menjatuhkan sebuah jet tempur Saudi dan mencegat dua pesawat F-15 yang sedang melakukan operasi pencarian puing.
Kemampuan pertahanan udara dan offensive yang dimiliki Houthi ini menegaskan pergeseran dinamika perang. Dengan persediaan persenjataan yang terus diperbarui, Houthi Yaman dinilai semakin kuat setelah bertahun-tahun perang, punya beragam rudal balistik [titlebase] yang membuat posisi pemerintah yang berkedudukan di Aden semakin terdesak. Situasi ini telah memicu krisis kemanusiaan yang mendalam, di mana lebih dari 150 ribu jiwa melayang dan jutaan warga sipil kini berada di ambang kelaparan ekstrem.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda gencatan senjata permanen akan tercapai. Kelompok Houthi menegaskan komitmen mereka untuk terus membalas setiap aksi militer yang dianggap melanggar kedaulatan wilayah mereka. Sementara itu, keterlibatan pihak-pihak regional dan internasional dalam upaya diplomasi terus diuji di tengah ambisi kelompok yang kian percaya diri dengan kapabilitas militer mereka.
Secara keseluruhan, konflik di Yaman kini telah bertransformasi menjadi perang atrisi yang sangat kompleks. Penguatan militer Houthi melalui diversifikasi rudal balistik dan teknologi drone telah mengubah peta kekuatan di lapangan, memaksa semua pihak untuk meninjau kembali strategi mereka demi menghindari bencana kemanusiaan yang lebih luas di masa depan.




