Formasi Baru PBNU Resmi Dilantik: Gus Kikin Pimpin Organisasi, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

1 Oktober 2026, 09:52 WIB

Formasi Baru PBNU Resmi Dilantik: Gus Kikin Pimpin Organisasi, Gudfan Arif Jadi Sekjen
Formasi Baru PBNU Resmi Dilantik: Gus Kikin Pimpin Organisasi, Gudfan Arif Jadi Sekjen
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 01 Oktober 2026 | Jakarta menjadi saksi sejarah baru bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama. Secara resmi, PBNU umumkan daftar pengurus periode 2026-2031, Gudfan Arif jadi sekjen [titlebase], dalam sebuah pengumuman yang digelar di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, pada Rabu malam (30/9/2026). Langkah ini menandai dimulainya babak baru roda organisasi pasca-pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur.

Ketua Umum PBNU, KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, memimpin langsung pengumuman jajaran pengurus tersebut. Dalam sambutannya, Gus Kikin menegaskan bahwa susunan kepengurusan kali ini dirancang untuk menciptakan keseimbangan dan pemerataan antargenerasi serta berbagai elemen organisasi di bawah naungan NU.

Secara total, terdapat 210 orang yang masuk dalam struktur pengurus periode ini. Angka tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 21 orang dibandingkan periode sebelumnya yang berjumlah 189 orang. Keputusan PBNU umumkan daftar pengurus periode 2026-2031, Gudfan Arif jadi sekjen [titlebase], ini diambil setelah melalui proses panjang penjaringan aspirasi dari berbagai wilayah di Indonesia oleh tim formatur yang telah ditetapkan.

Dalam struktur baru tersebut, posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Gudfan Arif atau Gus Gudfan, sementara posisi Bendahara Umum diisi oleh Ainun Naim. Di jajaran Syuriyah, KH Miftachul Akhyar tetap memegang amanah sebagai Rais Aam, didampingi oleh KH Mohammad Nuh sebagai Katib Aam. Selain itu, kursi Wakil Ketua Umum diisi oleh tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk Saifullah Yusuf (Gus Ipul), KH Muhammad Faiz Syukron, hingga Juri Ardiantoro.

Kehadiran tokoh nasional dalam kepengurusan ini pun menjadi sorotan. Tercatat ada tiga gubernur yang masuk dalam daftar pengurus, yakni Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Herman Deru (Gubernur Sumatera Selatan), dan Agustiar Sabran (Gubernur Kalimantan Tengah). Tidak hanya itu, jajaran Mustasyar pun diisi oleh tokoh-tokoh besar seperti Wakil Presiden ke-13 KH Ma’ruf Amin dan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla.

Gus Kikin menekankan bahwa komposisi ini merupakan upaya nyata untuk melakukan regenerasi di dalam tubuh NU. Dengan adanya perpaduan antara generasi senior dan generasi muda yang berasal dari lembaga-lembaga seperti Ansor, IPNU, dan IPPNU, diharapkan PBNU dapat menjalankan mandat organisasi dengan lebih efektif dan inklusif. Proses pengesahan ini tertuang dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 2/PB.01/A.II.01.01/99/09/2026.

Dengan rampungnya penyusunan struktur ini, PBNU kini siap menjalankan berbagai keputusan strategis yang dihasilkan dalam Muktamar ke-35. Publik menaruh harapan besar agar kepengurusan yang baru saja diumumkan ini mampu membawa kemaslahatan lebih luas bagi umat dan bangsa. Keberhasilan PBNU umumkan daftar pengurus periode 2026-2031, Gudfan Arif jadi sekjen [titlebase], menjadi titik awal bagi organisasi dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks selama lima tahun ke depan.

Secara keseluruhan, struktur kepengurusan periode 2026-2031 ini mencerminkan semangat kolaborasi yang kuat. Dengan penunjukan tokoh-tokoh berpengalaman di berbagai posisi kunci, NU diharapkan semakin solid dalam menjaga nilai-nilai keislaman moderat serta berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional di berbagai sektor.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru