Gojek Putus Kemitraan Driver GoCar yang Maki Penumpang di Tebet, Tekankan Komitmen Keamanan Layanan

Author Image

Raonaid arva (teutonic) Phyllis

-

gegeronline.co.id

Terbit

15 September 2026, 21:52 WIB

Gojek Putus Kemitraan Driver GoCar yang Maki Penumpang di Tebet, Tekankan Komitmen Keamanan Layanan
Gojek Putus Kemitraan Driver GoCar yang Maki Penumpang di Tebet, Tekankan Komitmen Keamanan Layanan
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 15 September 2026 | Gojek kembali menjadi sorotan publik setelah mengumumkan pemutusan hubungan kemitraan secara permanen dengan seorang driver GoCar yang melakukan tindakan makian dan menurunkan penumpang di tengah jalan. Insiden terjadi pada 11 September 2026 di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ketika dua penumpang perempuan memesan layanan GoCar hemat untuk perjalanan dari Stasiun Tebet ke Hangtuah. Dari awal, ketegangan muncul karena driver mengeluhkan tarif hemat yang dianggapnya terlalu rendah, kemudian berkembang menjadi pertengkaran verbal yang berujung pada tindakan intimidasi.

Penumpang, yang kemudian mengunggah rekaman video melalui akun media sosial @desifyul, memperlihatkan driver melontarkan kata‑kata kasar dan memaksa mereka turun sebelum mencapai tujuan. Video tersebut cepat viral, memicu kemarahan pengguna dan menuntut tindakan tegas dari platform. Gojek merespon dengan melakukan investigasi internal, memeriksa bukti audio‑visual, serta menelusuri data perjalanan dan identitas driver.

Berikut kronologi singkat peristiwa:

  • 11 September 2026: Penumpang memesan GoCar hemat, driver tiba di Stasiun Tebet.
  • Setelah penumpang masuk, driver mengkritik tarif dan menanyakan rute, menyebabkan percakapan memanas.
  • Driver mengeluarkan makian verbal, penumpang merekam kejadian.
  • Driver menghentikan kendaraan di pinggir jalan, memaksa penumpang turun.
  • 12‑14 September 2026: Penumpang melaporkan kejadian ke layanan pelanggan Gojek dan mengunggah video.
  • 15 September 2026: Gojek mengumumkan hasil investigasi dan menjatuhkan sanksi pemutusan kemitraan (PM) secara permanen.

Manajemen Gojek menegaskan bahwa pelanggaran kode etik mitra, khususnya tindakan intimidasi, pengancaman, dan perlakuan tidak sopan, tidak dapat ditoleransi. Head of Media Relations GoTo Group, Amanda Valani, menyatakan bahwa keputusan pemutusan kemitraan merupakan langkah paling tegas untuk melindungi keamanan dan kenyamanan konsumen.

Selain menindak driver yang terlibat, Gojek juga memanfaatkan insiden ini sebagai momentum untuk meninjau kembali kebijakan tarif layanan hemat dan memperkuat pelatihan etika bagi mitra pengemudi. Perusahaan berjanji akan meningkatkan mekanisme pelaporan serta menambah fitur keamanan dalam aplikasi, termasuk notifikasi darurat dan verifikasi identitas yang lebih ketat.

Insiden ini menyoroti tantangan yang dihadapi platform transportasi daring dalam menjaga standar layanan di tengah persaingan harga. Sementara tarif hemat menarik banyak pengguna, tekanan pada driver untuk tetap menghasilkan pendapatan yang layak dapat memicu konflik. Gojek berupaya menyeimbangkan kepentingan konsumen dan mitra dengan mengoptimalkan algoritma penentuan tarif serta memberikan insentif yang adil.

Reaksi publik terhadap tindakan Gojek cukup positif. Banyak pengguna memuji keputusan tegas perusahaan, menyebutnya contoh yang baik bagi industri ride‑hailing lainnya. Namun, sebagian pihak mengingatkan pentingnya edukasi berkelanjutan bagi driver agar dapat mengelola stres dan konflik secara profesional.

Ke depannya, Gojek berencana meluncurkan program pelatihan tambahan yang mencakup keterampilan komunikasi, penanganan keluhan, serta pemahaman hak dan kewajiban konsumen. Program tersebut diharapkan dapat menurunkan risiko kejadian serupa dan meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap ekosistem transportasi digital.

Kasus ini sekaligus menegaskan bahwa keamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama bagi Gojek. Dengan menegakkan standar etika yang ketat, perusahaan berharap dapat menciptakan lingkungan perjalanan yang lebih aman, nyaman, dan terpercaya bagi seluruh pengguna layanan transportasi online.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru