Perdebatan Mindfulness: Antara Menjaga Kesehatan Mental dan Realitas Privilese

Author Image

Francisca Thiara

-

gegeronline.co.id

Terbit

14 September 2026, 23:52 WIB

Perdebatan Mindfulness: Antara Menjaga Kesehatan Mental dan Realitas Privilese
Perdebatan Mindfulness: Antara Menjaga Kesehatan Mental dan Realitas Privilese
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 14 September 2026 | Praktik mindfulness kini semakin populer sebagai metode untuk menjaga kesehatan mental di tengah gempuran informasi yang tiada henti. Namun, penerapan konsep ini ternyata tidak lepas dari perdebatan, terutama ketika dikaitkan dengan realitas sosial yang kompleks. Di satu sisi, banyak ahli memandang kesadaran penuh ini sebagai alat krusial untuk mengelola kecemasan, sementara di sisi lain, audiens mulai kritis terhadap bagaimana konsep ini dikomunikasikan kepada publik.

Baru-baru ini, Maudy Ayunda menjadi sorotan tajam setelah konten YouTube-nya yang membahas cara menghadapi berita buruk melalui mindfulness memicu kritik. Sebagian warganet menilai pandangannya kurang peka terhadap kondisi masyarakat yang terdampak langsung oleh krisis nyata, sehingga ia dianggap tone deaf. Menanggapi hal tersebut, Maudy mengakui bahwa ia belum sepenuhnya merefleksikan bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari arus berita adalah sebuah privilese yang tidak dimiliki oleh semua orang.

Secara mendasar, mindfulness adalah kemampuan untuk hadir sepenuhnya dan menyadari kondisi pikiran serta perasaan saat ini tanpa harus bereaksi berlebihan. Praktik ini bukan berarti mengosongkan pikiran, melainkan melatih diri untuk mengenali emosi tanpa terbawa arus. Meski demikian, kritik terhadap konten Maudy memberikan pelajaran penting bahwa kesehatan mental tidak bisa dipisahkan dari empati sosial.

Fenomena ini juga menarik perhatian di industri media internasional. Dan Harris, mantan jurnalis ABC News yang kini fokus pada pengembangan aplikasi meditasi, meluncurkan inisiatif baru melalui layanan MS NOW. Berbeda dengan pendekatan Maudy yang dinilai mengabaikan realitas, Harris mencoba menjembatani kebutuhan informasi dengan kesehatan mental. Ia meluncurkan program yang membantu penggunanya mengelola paparan berita agar tidak terjebak dalam kecemasan berlebih.

Harris, yang pernah mengalami serangan panik saat siaran langsung, memahami betapa beratnya tekanan industri berita. Melalui program seperti Never Worry Alone, ia mengajak audiens untuk tetap terinformasi namun tetap menjaga kesehatan jiwa. Inisiatif ini menunjukkan bahwa mindfulness bisa menjadi jembatan antara konsumsi informasi dan ketenangan diri, asalkan dilakukan dengan pemahaman mendalam tentang batasan individu.

Pada akhirnya, penting bagi setiap individu untuk menyadari bahwa menjaga keseimbangan mental adalah hak semua orang, namun cara mencapainya harus selalu mempertimbangkan konteks lingkungan sekitar. Mempraktikkan kesadaran penuh dalam hidup sehari-hari tidak harus berarti menutup mata terhadap kenyataan, melainkan bagaimana kita mengelola dampak emosional dari kenyataan tersebut agar tetap mampu berfungsi dengan baik di tengah tantangan zaman.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru