Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menerima penghargaan sebagai Gubernur Inisiator Asosiasi Perlindungan Masyarakat (Aslinmas) Indonesia. Ia juga dikukuhkan sebagai Anggota Dewan Penasihat DPP Aslinmas Indonesia. Penghargaan ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Sumatera Selatan dalam mendukung peran penting Aslinmas bagi perlindungan masyarakat.
Herman Deru berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Sumatera Selatan sebagai tuan rumah deklarasi Aslinmas seluruh Indonesia. Ia berharap kepercayaan ini dapat memperkuat soliditas Aslinmas dan meningkatkan perhatian pemerintah terhadap organisasi tersebut. “Terima kasih karena Sumsel dipercaya menjadi tuan rumah dalam deklarasi Aslinmas seluruh Indonesia. Mudah-mudahan hal ini akan menambah soliditas Aslinmas itu sendiri. Saya optimistis Aslinmas sebagai organisasi yang begitu besar perannya ini tentu akan mendapat perhatian besar dari pemerintah,” ujar Herman Deru dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri sekaligus Pembina Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Akhmad Wiyagus. Penyerahan berlangsung pada kegiatan Apel Akbar Satlinmas dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus Pelantikan dan Pengukuhan DPP serta DPD Aslinmas se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Jumat (28/8).
Dalam kesempatan yang sama, Akhmad Wiyagus meminta Satlinmas memperkuat perannya dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di daerah. Ia menegaskan Satlinmas merupakan kekuatan sosial dan kewilayahan terdekat dengan masyarakat, sehingga memiliki posisi strategis dalam deteksi dini, pemantauan lingkungan, edukasi, serta penyampaian informasi cepat kepada pemerintah. “Karena itu, saya meminta Satlinmas mengambil peran lebih kuat dalam pencegahan, deteksi dini, melakukan pemantauan lingkungan, membangun komunikasi dengan masyarakat, mengedukasi warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melaporkan apabila ditemukan titik api atau potensi bahaya,” papar Wiyagus.
Wiyagus menilai penguatan peran Satlinmas penting mengingat ancaman karhutla yang masih tinggi. Berdasarkan data BNPB per 25 Agustus 2026, tercatat 5.923 hotspot di enam provinsi prioritas dengan indikasi luas lahan terbakar sedikitnya 62.786 hektare. Hotspot tersebar di Sumatera Selatan (1.517 titik), Riau (447 titik), Jambi (253 titik), Kalimantan Barat (1.836 titik), Kalimantan Tengah (1.396 titik), dan Kalimantan Selatan (473 titik).
Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, pendidikan, transportasi, kualitas udara, hingga keselamatan kerja. Kecepatan informasi dan respons menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas. Wiyagus menekankan Satlinmas perlu memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemadam kebakaran, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat.
Saat ini, terdapat 1.258.758 personel Satlinmas yang tersebar di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota. Keberadaannya hingga tingkat desa dan kelurahan menjadikan Satlinmas memiliki jaringan luas sebagai mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat. “Semakin cepat informasi diterima dan ditindaklanjuti, semakin besar peluang untuk mencegah dampak yang lebih luas,” tegas Wiyagus.
Penguatan Satlinmas bertujuan mengoptimalkan potensi masyarakat yang ada, bukan membangun kekuatan baru. Satlinmas perlu terus dibina, diberdayakan, dan ditingkatkan kapasitasnya untuk mendukung terciptanya ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Upaya ini sejalan dengan penguatan keamanan berbasis masyarakat melalui sistem keamanan lingkungan (siskamling), yang kini memiliki 469.076 poskamling di seluruh Indonesia.
Selain penanganan karhutla, Wiyagus mendorong Satlinmas berperan menghadapi tantangan daerah seperti bencana alam, gangguan ketertiban, potensi konflik sosial, hingga mendukung program prioritas pemerintah di tingkat desa dan kelurahan. Dengan penguatan peran tersebut, Satlinmas diharapkan mampu memastikan masyarakat mendapatkan rasa aman, tenteram, tertib, serta perlindungan saat menghadapi kondisi darurat dan kerawanan.
Sejalan dengan penguatan peran Satlinmas nasional, pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan pengurus DPP Aslinmas dan DPD Aslinmas Sumsel. DPP Aslinmas diketuai oleh Sutoko, sementara Bendahara DPD Aslinmas Sumsel dijabat oleh Samantha Tivani Herman Deru.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan Bantuan Beras Linmas Bahagia sebanyak 5.000 paket oleh Jaksa Agung Republik Indonesia sekaligus Ketua Pembina Umum Aslinmas, Prof. Dr. H. Sanitiar Burhanuddin, S.H., M.H. Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Herman Deru menyerahkan bantuan satu unit mobil untuk DPD Aslinmas Sumsel kepada Ketua DPD Aslinmas Sumsel.
Penyerahan penghargaan kepada sponsor utama Apel Akbar Satlinmas dan Pelantikan Aslinmas Indonesia, Bank Sumsel Babel, juga dilakukan. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan gerakan berupa 25 unit bentor dan plastik pemilah kepada lima gubernur inisiator dari Bank Mandiri, serta dukungan serupa dari PT Pegadaian dan PT Antam Tbk.
Apel Akbar Satlinmas dan Pelantikan serta Pengukuhan DPP dan DPD Aslinmas se-Indonesia menjadi momentum penting untuk memperkuat peran Satlinmas dan Aslinmas dalam mendukung ketentraman, ketertiban umum, serta perlindungan masyarakat. Acara ini turut disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi negara dan daerah, termasuk Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung Prof. Dr. Reda Manthovani.






