Beranda / Market / IHSG Menguat Dipicu Kepastian Pemimpin BI dan Arah Suku Bunga The Fed

IHSG Menguat Dipicu Kepastian Pemimpin BI dan Arah Suku Bunga The Fed

IHSG Menguat Dipicu Kepastian Pemimpin BI dan Arah Suku Bunga The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau menguat pada sesi pertama perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Penguatan ini ditopang oleh sentimen positif terkait kepastian calon Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031.

IHSG tercatat naik 27,11 poin atau 0,42% ke level 6.548 pada akhir sesi pertama. Penguatan ini terjadi di tengah pelaku pasar yang masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta perkembangan hubungan antara AS dan Iran.

Pilarmas Investindo Sekuritas menilai bahwa kepastian mengenai kepemimpinan baru di BI menjadi salah satu sentimen positif dari dalam negeri. Sebelumnya, Komisi XI DPR RI telah menyelesaikan rangkaian uji kelayakan dan kepatutan calon pimpinan BI, serta menyetujui Destry Damayanti untuk menjabat sebagai Gubernur BI periode 2026–2031.

“Kepastian tersebut diharapkan dapat mengurangi ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter BI ke depan sekaligus menjaga stabilitas dan kepercayaan pelaku pasar terhadap pasar keuangan Indonesia,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Jumat (28/8/2026).

Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada pidato Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam simposium tahunan Jackson Hole yang digelar pada Jumat waktu setempat. Pilarmas menambahkan, pelaku pasar menantikan pernyataan Warsh untuk memperoleh petunjuk mengenai prospek kebijakan suku bunga AS.

Pasar masih memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga The Fed sebelum akhir tahun, dengan probabilitas kenaikan pada Desember berada di atas 70%. Sementara untuk pertemuan September, pasar memperkirakan sekitar 65% kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga di level saat ini.

“Pelaku pasar cenderung menunggu pidato Ketua Fed Kevin Warsh di simposium tahunan Jackson Hole untuk mendapatkan petunjuk mengenai prospek suku bunga AS,” tambah Pilarmas. Sentimen dari pejabat The Fed turut menjadi perhatian. Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeff Schmid, mengatakan kebijakan moneter saat ini tidak menghambat perekonomian.

Di tengah penantian tersebut, Pilarmas menambahkan, indeks saham Asia mayoritas bergerak menguat sehingga turut memberikan sentimen positif bagi IHSG hari ini.

AS-Iran Masih Buntu

Sementara itu, Pilarmas menambahkan, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran masih menjadi perhatian pelaku pasar. Upaya diplomatik kedua negara kembali menemui kebuntuan setelah Washington menolak menghidupkan kembali ketentuan dalam perjanjian Juni.

“AS juga meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui pemberlakuan sanksi baru pada awal pekan ini. Iran mengecam langkah tersebut sebagai tindakan bermusuhan dan tidak efektif,” jelas Pilarmas. Meski demikian, Pilarmas menilai pelaku pasar cenderung mengabaikan ancaman sanksi tersebut.

Situasi pasar domestik juga relatif stabil setelah demonstrasi yang membawa tuntutan pengesahan RUU Perampasan Aset berlangsung tertib dan terkendali. Pada sesi pertama perdagangan Jumat, saham IKPM, BIKE, AMIN, BAPA, dan MPIX mencatat kenaikan terbesar. Sebaliknya, saham RGAS, TMPO, BKDP, BTEK, dan ANDI menjadi saham dengan penurunan terbesar.

Untuk perdagangan selanjutnya, Pilarmas merekomendasikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Saham BRPT direkomendasikan *buy* dengan area *support* di 1.830 dan *resistance* di 1.950.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *