Investor diperkirakan akan mengambil sikap hati-hati dalam perdagangan saham di awal pekan depan. Kewaspadaan ini terutama dipicu oleh periode efektif rebalancing indeks MSCI yang jatuh pada 31 Agustus 2026. Selain itu, antisipasi terhadap September, bulan yang secara historis kerap diwarnai pergerakan saham yang lebih volatil, juga turut meningkatkan kehati-hatian pelaku pasar.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak secara konsolidatif. Rentang pergerakan yang diprediksi berada di kisaran 6.400 hingga 6.600 pada pekan depan. “Secara teknikal, ruang pergerakan IHSG masih terbatas dalam jangka pendek,” demikian tertulis dalam ulasan Phintraco Sekuritas yang dikutip pada Minggu (30/8/2026).
Selain sentimen global, investor juga akan menyoroti sejumlah indikator ekonomi domestik yang dijadwalkan akan dirilis pada 1 September 2026. Data-data tersebut mencakup Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur, neraca perdagangan, serta angka inflasi.
PMI manufaktur sendiri merupakan indikator yang mengukur kondisi aktivitas sektor manufaktur berdasarkan survei terhadap para manajer pembelian. Pergerakan indikator ini menjadi salah satu data penting yang diperhatikan oleh pelaku pasar dalam upaya membaca kondisi perekonomian terkini.
Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (28/8/2026), IHSG tercatat melemah tipis sebesar 0,06% dan berakhir di level 6.518,1. Dengan penutupan tersebut, IHSG secara mingguan mencatatkan pelemahan sebesar 0,12%.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG sempat menunjukkan penguatan hingga berhasil menyentuh level tertinggi harian di angka 6.566. Namun, aksi ambil untung yang terjadi menjelang akhir pekan, ditambah dengan perhatian pasar terhadap pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) dalam Simposium Jackson Hole, membuat IHSG akhirnya ditutup di zona negatif.
Fokus pada Saham BBRI hingga AADI
Sementara itu, KB Valbury Sekuritas memberikan rekomendasi kepada para pemodal untuk memfokuskan perhatian pada enam saham yang dinilai memiliki potensi. Saham-saham tersebut meliputi BBRI hingga AADI, dengan saran untuk memaksimalkan potensi keuntungan dari saham-saham tersebut pada perdagangan Senin (31/8/2026). Berikut adalah taktik trading yang disarankan:
1. BBRI
- Trading buy.
- Target harga: 3.250.
- Area masuk: 3.170-3.190.
- Level resistance: 3.250, support: 3.170.
- Waspada jika tembus 3.170.
- Stop loss: 3.090.
2. BBNI
- Trading buy.
- Target harga: 3.840.
- Area masuk: 3.730-3.780.
- Level resistance: 3.840, support: 3.730.
- Waspada jika tembus 3.730.
- Stop loss: 3.620.
3. PTBA
- Trading buy.
- Target harga: 2.610.
- Area masuk: 2.480-2.530.
- Level resistance: 2.610, support: 2.480.
- Waspada jika tembus 2.480.
- Stop loss: 2.350.
4. JSMR
- Trading buy.
- Target harga: 2.850.
- Area masuk: 2.790-2.830.
- Level resistance: 2.850, support: 2.790.
- Waspada jika tembus 2.790.
- Stop loss: 2.730.
5. EXCL
- Trading buy.
- Target harga: 2.810.
- Area masuk: 2.740-2.770.
- Level resistance: 2.810, support: 2.740.
- Waspada jika tembus 2.740.
- Stop loss: 2.670.
6. AADI
- Trading buy.
- Target harga: 10.500.
- Area masuk: 10.100-10.225.
- Level resistance: 10.500, support: 10.100.
- Waspada jika tembus 10.100.
- Stop loss: 9.700.






