Gegeronline.co.id – 06 September 2026 | Kalimantan Selatan tengah diselimuti suasana duka yang mendalam. Salah satu putra terbaik Banua, mantan Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Ariffin, tutup usia pada Minggu (6/9/2026) di Rumah Sakit Amanah, Banjarmasin, dalam usia 73 tahun. Kepergian sosok yang dikenal sebagai pemimpin visioner ini meninggalkan jejak pengabdian yang panjang bagi kemajuan daerah.
Rudy Ariffin lahir di Banjarmasin pada 17 Agustus 1953. Sebelum menapaki karier di tingkat provinsi, ia mengabdi sebagai Bupati Banjar selama dua periode (1999-2005). Dedikasinya kemudian membawa dirinya terpilih sebagai Gubernur Kalimantan Selatan untuk dua periode kepemimpinan, yakni 2005-2010 dan 2010-2015. Selama masa jabatannya, Rudy Ariffin dikenal sebagai pemimpin yang sangat dekat dengan masyarakat dan rekan-rekan jurnalis, tanpa sekat dalam berkomunikasi.
Berbagai kebijakan monumental lahir dari tangan dinginnya. Salah satu yang paling diingat masyarakat adalah pemindahan pusat perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dari Banjarmasin ke Banjarbaru. Selain itu, ia juga menerbitkan Perda Nomor 3 Tahun 2008, sebuah kebijakan berani yang melarang truk batu bara melintas di jalan negara untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Langkah ini disambut suka cita oleh warga yang selama ini resah dengan keberadaan angkutan tambang di jalan raya.
Also Read
Dalam sektor pendidikan, ia memiliki peran besar terhadap Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Sebagai alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) ULM, Rudy Ariffin menggagas berdirinya Program Studi Kedokteran Gigi pada 2009. Kini, program tersebut telah berkembang menjadi Fakultas Kedokteran Gigi yang prestisius bagi dunia pendidikan tinggi di Kalsel.
Berikut adalah ringkasan capaian strategis selama masa kepemimpinan beliau:
- Peningkatan APBD dari Rp800 miliar menjadi Rp5,5 triliun pada akhir masa jabatan.
- Program bebas buta aksara yang berhasil diraih pada 2008.
- Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah hingga mencapai 6,5 persen.
- Pengembangan infrastruktur strategis seperti pembangunan jalan, flyover di Banjarmasin, serta pengembangan Bandara Syamsudin Noor.
- Memperkuat posisi Kalimantan Selatan sebagai lumbung pangan nasional dengan surplus beras mencapai 600 ribu ton pada 2014.
Rektor ULM, Prof Ahmad Alim Bachri, menyatakan bahwa kehilangan sosok Rudy Ariffin adalah duka besar bagi almamater dan seluruh masyarakat Kalsel. Meskipun telah purna tugas dari panggung politik, beliau tetap menjadi rujukan tokoh daerah yang aktif memberikan pemikiran bagi pembangunan Banua. Hingga masa pensiunnya, beliau dikenal tetap rendah hati dan sering meluangkan waktu untuk berinteraksi dengan komunitas alumni.
Prosesi pemakaman dilakukan dengan khidmat. Jenazah disemayamkan di rumah duka setelah disalatkan di Masjid Al Jihad Banjarmasin dan Masjid Al Mukarramah Martapura, sebelum akhirnya dimakamkan di Taman Bahagia. Kepergian sang mantan gubernur ini benar-benar menjadi momen perenungan bagi masyarakat akan dedikasi seorang pemimpin yang telah meletakkan fondasi pembangunan modern bagi Kalimantan Selatan. Nilai-nilai kepemimpinan dan integritas yang beliau wariskan akan terus dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus di Banua.




