Beranda / Market / Saham ADRO Melonjak ke Puncak Setahun, Laba Bersih Naik 76,83%

Saham ADRO Melonjak ke Puncak Setahun, Laba Bersih Naik 76,83%

Saham ADRO Melonjak ke Puncak Setahun, Laba Bersih Naik 76,83%

Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menunjukkan performa impresif dengan menyentuh level tertingginya dalam satu tahun terakhir pada sesi I perdagangan Senin (31/8/2026). Hingga pukul 09.26 WIB, saham ADRO sempat diperdagangkan di angka Rp 2.840, mencatat kenaikan 6,37% dari hari sebelumnya.

Perdagangan saham ADRO pada Senin pagi tercatat cukup aktif. Sebanyak 36 juta saham telah berpindah tangan dengan frekuensi mencapai 8.877 kali transaksi, menghasilkan nilai transaksi total sekitar Rp 100 miliar. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, saham berkode ADRO ini telah mengalami lonjakan lebih dari 60%, menunjukkan tren positif yang signifikan.

Analis dari Mandiri Sekuritas dalam laporannya di Investor Digest edisi 28 Agustus 2026, masih merekomendasikan saham ADRO dengan peringkat ‘buy’ dan menetapkan target harga di Rp 3.000. Rekomendasi ini mencerminkan optimisme terhadap prospek emiten pertambangan tersebut.

Performa positif saham ADRO didukung oleh laporan keuangan perusahaan untuk periode semester I-2026. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk berhasil membukukan pendapatan usaha atau omzet sebesar US$ 999,24 juta, setara dengan Rp 17,8 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 16,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat US$ 857,69 juta.

Sementara itu, beban pokok pendapatan perusahaan relatif stabil di angka US$ 576,55 juta pada semester I-2026, dibandingkan dengan US$ 573,42 juta pada semester I-2025. Kondisi ini berkontribusi pada penguatan laba bruto ADRO yang melonjak 48,7% menjadi US$ 422,68 juta pada Januari-Juni 2026, dari sebelumnya US$ 284,27 juta.

Pencapaian paling signifikan terlihat pada laba bersih. Alamtri Resources Indonesia membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 309,36 juta atau sekitar Rp 5,52 triliun. Angka ini melesat 76,83% dibandingkan periode enam bulan pertama tahun 2025.

Manajemen ADRO menjelaskan bahwa total liabilitas perseroan mengalami peningkatan sebesar US$ 864 juta atau 48% dari US$ 1,81 miliar pada laporan keuangan tahun 2025 menjadi US$ 2,67 miliar pada laporan keuangan semester I-2026. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh penambahan liabilitas sewa sebesar US$ 680 juta atau 892%, dari US$ 76 juta pada laporan keuangan FY25 menjadi US$ 756 juta pada laporan keuangan 1H26, sebagai akibat dari perjanjian sewa baru untuk bangunan dan peralatan.

Selain itu, terjadi pula peningkatan utang bank sebesar US$ 438 juta atau 59%, dari US$ 745 juta pada laporan keuangan FY25 menjadi US$ 1,18 miliar pada laporan keuangan 1H26. Peningkatan ini berasal dari penarikan tambahan fasilitas pinjaman yang digunakan untuk membiayai proyek smelter aluminium.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *