Santri Jombang Ubah Sampah Jadi Energi, Zulhas Apresiasi Inovasi

Author Image

Rachmat

-

gegeronline.co.id

Terbit

29 Agustus 2026, 16:43 WIB

Santri Jombang Ubah Sampah Jadi Energi, Zulhas Apresiasi Inovasi
Foto: Dok. Kemenko Pangan
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

JOMBANG – Para santri dari SMK Kreatif Chasbullah, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, unjuk kebolehan dalam mengolah sampah menjadi produk bernilai tambah di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). Inovasi ini mencakup transformasi sampah menjadi paving block hingga biogas, menunjukkan praktik pengelolaan lingkungan yang nyata.

Peragaan ini berlangsung pada Jumat (28/8) di Expo Bazar SMK Kreatif Chasbullah, saat Zulhas menggelar dialog dengan para santri dalam rangkaian Muktamar Literasi Santri 2026. Dalam sesi interaktif tersebut, Zulhas menguji pemahaman santri mengenai jenis sampah, pemanfaatan limbah anorganik, serta pengelolaan residu. Para santri menunjukkan penguasaan materi yang baik, bahkan mampu menerapkan pengetahuan mereka hingga mencapai konsep zero waste atau nyaris tanpa sisa.

“Kami sudah mengolah sampah dan mengubahnya menjadi biogas dan paving block, Pak Menko, sehingga tidak ada yang terbuang, zero waste,” ungkap salah seorang santri bernama Andika M. Nuur, seperti dikutip pada Sabtu (29/8/2026).

Zulhas memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para santri. Ia menekankan bahwa literasi lingkungan tidak cukup sebatas pemahaman, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan konkret. “Ini contoh yang baik. Anak-anak santri bukan hanya tahu bagaimana memilah sampah, tetapi sudah bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini yang harus terus kita dorong dan ditiru di tempat lain,” ujar Zulhas.

Menko Pangan tersebut menambahkan bahwa kesadaran dan keterampilan mengelola sampah sejak dini merupakan fondasi penting dalam membangun budaya pengelolaan lingkungan yang baru. Ia juga menyoroti potensi pengolahan sampah menjadi sumber energi, termasuk melalui program Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL), serta pentingnya pengembangan pendekatan pengelolaan sampah yang disesuaikan dengan karakteristik daerah.

Kegiatan Muktamar Literasi Santri 2026 juga diwarnai dengan pemberian Penghargaan Pesantren Peduli Lingkungan. Praktik pengelolaan sampah oleh santri SMK Kreatif Chasbullah menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga mampu menjadi inkubator inovasi dan kepedulian lingkungan yang memberikan dampak positif nyata bagi masyarakat.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru