Simbol Persatuan, Salam Lintas Agama Kembali Bergema di Sidang Majelis Umum PBB

Author Image

Dacia Nashana Belinda

-

gegeronline.co.id

Terbit

29 September 2026, 15:52 WIB

Simbol Persatuan, Salam Lintas Agama Kembali Bergema di Sidang Majelis Umum PBB
Simbol Persatuan, Salam Lintas Agama Kembali Bergema di Sidang Majelis Umum PBB
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

Geger Online – 29 September 2026 | Panggung diplomasi dunia di New York baru saja menyaksikan momen yang menyejukkan sekaligus membanggakan bagi Indonesia. Dalam Sidang ke-81 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), salam lintas agama kembali bergema di sidang Majelis Umum PBB [titlebase] sebagai wujud nyata komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan kerukunan global. Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, membuka pernyataan nasional Indonesia dengan rangkaian salam yang mewakili berbagai keyakinan di tanah air, yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para delegasi yang hadir.

Dalam pidatonya, Sugiono menekankan bahwa keberagaman bukanlah sebuah tantangan untuk ditaklukkan, melainkan aset berharga yang harus dikelola melalui dialog dan penghormatan terhadap perbedaan. Ia menegaskan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah pondasi utama Indonesia dalam membangun ketahanan nasional. Bahwa dari Aceh hingga Papua, serta dari Miangas sampai Rote, Indonesia tetap berdiri teguh sebagai satu bangsa yang utuh. Hal inilah yang mendasari mengapa salam lintas agama kembali bergema di sidang Majelis Umum PBB [titlebase], sebagai pesan damai bahwa persatuan di tengah keberagaman adalah kunci stabilitas kawasan maupun global.

Momen penting ini tidak hanya menyoroti pesan damai Indonesia, tetapi juga diwarnai dengan dinamika politik yang cukup tajam di dalam ruang sidang. Di tengah berlangsungnya agenda besar, delegasi Indonesia menunjukkan sikap tegas dengan melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan menyampaikan pidatonya. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas tindakan rezim zionis dan dukungan terhadap perjuangan Palestina. Langkah serupa juga diambil oleh puluhan diplomat dari negara lain, yang membuat suasana sidang sempat riuh dan memicu sindiran dari pihak Netanyahu.

Tidak hanya itu, isu Palestina tetap menjadi perhatian utama meski Amerika Serikat sempat melakukan pembatasan visa terhadap Presiden Mahmoud Abbas. Meskipun tidak dapat hadir secara fisik, suara Palestina tetap terdengar lantang melalui rekaman video yang telah disetujui oleh Majelis Umum PBB. Hal ini membuktikan bahwa diplomasi Palestina tidak akan surut oleh hambatan birokrasi maupun tekanan politik internasional.

Menjelang akhir pidatonya yang berdurasi sekitar 17 menit, Sugiono kembali menutup pernyataannya dengan rangkaian salam yang sama. Sekali lagi, salam lintas agama kembali bergema di sidang Majelis Umum PBB [titlebase] di hadapan para pemimpin dunia. Penutupan ini memberikan kesan mendalam bahwa Indonesia konsisten membawa semangat toleransi di panggung internasional. Penggunaan salam lintas agama kembali bergema di sidang Majelis Umum PBB [titlebase] ini menjadi penanda bahwa identitas Indonesia sebagai bangsa yang rukun adalah kontribusi berharga bagi dunia.

Secara keseluruhan, partisipasi Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB tahun ini mencerminkan sikap yang seimbang. Indonesia tidak hanya aktif dalam memperjuangkan isu-isu kemanusiaan dan keadilan global melalui aksi diplomasi yang tegas, tetapi juga terus mempromosikan nilai-nilai kerukunan melalui pesan damai yang bersifat inklusif. Keberhasilan Indonesia dalam mengintegrasikan nilai-nilai nasional ke dalam narasi global membuktikan bahwa Indonesia memiliki posisi tawar yang kuat dan dihormati di kancah internasional.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru