Beranda / Berita / Nasional / WNI di Nepal Aman dari Banjir, DPR Minta Kemenlu Perkuat Pemantauan

WNI di Nepal Aman dari Banjir, DPR Minta Kemenlu Perkuat Pemantauan

WNI di Nepal Aman dari Banjir, DPR Minta Kemenlu Perkuat Pemantauan

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, mendesak Kementerian Luar Negeri untuk terus memperkuat pemantauan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal, menyusul terjadinya banjir bandang di negara tersebut. Dave menekankan bahwa situasi bencana alam dapat berubah dengan sangat cepat.

“Terkait informasi adanya sekitar 45 WNI yang saat ini berada di Nepal, saya melihat langkah Kementerian Luar Negeri untuk terus memantau kondisi mereka perlu diperkuat. Sejauh ini memang belum ada laporan WNI yang terdampak, tetapi situasi bencana dapat berubah dengan cepat. Karena itu, keberadaan dan kondisi seluruh WNI perlu terus dipastikan hingga situasi di wilayah terdampak benar-benar aman,” ujar Dave kepada wartawan pada Jumat (28/8/2026).

Dave juga menginstruksikan agar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat berkoordinasi erat dengan otoritas Nepal untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi di lapangan. Ia menambahkan bahwa WNI yang berada di lokasi berisiko tinggi harus mendapatkan arahan yang jelas.

“Bagi WNI yang berada di wilayah berisiko, yang paling penting adalah mereka mendapatkan arahan yang jelas dan dapat segera mengambil langkah yang diperlukan apabila kondisi memburuk. Jika memang diperlukan, kesiapan untuk memberikan perlindungan maupun melakukan evakuasi juga harus sudah diperhitungkan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dave mengingatkan pentingnya WNI mengetahui kontak perwakilan Indonesia di Nepal apabila mereka menghadapi kendala atau membutuhkan bantuan. Pemerintah diharapkan dapat memastikan jalur pengaduan dan bantuan dapat diakses dengan mudah oleh WNI.

“Kita tentu berharap seluruh WNI yang berada di Nepal dalam kondisi aman dan tidak ada yang menjadi korban. Namun, kewaspadaan tetap perlu dijaga sampai situasi benar-benar terkendali,” tegas Dave. Ia menambahkan, “Bagi saya, negara harus selalu hadir ketika warga negaranya menghadapi situasi darurat di luar negeri, dan keselamatan WNI harus tetap menjadi prioritas utama.”

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah memantau kondisi WNI yang berada di lokasi banjir bandang di perbatasan Nepal-Tibet. Kemlu mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai WNI yang terdampak langsung oleh banjir tersebut.

“KBRI Dhaka dan KBRI Beijing terus memantau kondisi WNI melalui koordinasi dengan jejaring komunitas WNI serta Konhor RI di Kathmandu,” ujar Kemlu dalam keterangannya kepada wartawan pada Kamis (27/8/2026).

Kemlu mencatat bahwa terdapat sekitar 45 WNI yang berada di Nepal, dengan mayoritas berdomisili di Kathmandu dan bekerja di sektor perhotelan. KBRI Dhaka secara khusus memberikan perhatian pada WNI yang berada di Nepal sebagai wisatawan, terutama mereka yang sedang melakukan kegiatan pendakian.

Untuk mendukung upaya pemantauan dan perlindungan, Kemlu mengimbau agen perjalanan yang memberangkatkan WNI ke Nepal untuk segera menyampaikan informasi mengenai keberadaan dan kondisi WNI, khususnya yang sedang melakukan perjalanan atau pendakian.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *