Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan bahwa realisasi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 117 triliun hingga 27 Agustus 2026. Angka tersebut mencakup 56% dari total pagu anggaran yang ditetapkan.
Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa penyerapan anggaran MBG saat ini berada di angka Rp 117 triliun dari total pagu Rp 229 triliun. “Realisasi anggaran MBG sudah mencapai 56% atau sekitar Rp 117 triliun yang sudah terserap. Total anggarannya kalau nggak salah kita Rp 229 triliun,” ungkap Sudaryono dalam keterangannya di kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (28/6/2026).
Sudaryono juga memaparkan bahwa pemerintah telah melakukan perampingan pagu anggaran MBG. Semula, pagu anggaran ditetapkan sebesar Rp 268 triliun, namun kemudian dilakukan efisiensi menjadi Rp 229 triliun. “Jadi dari Rp 268 triliun itu kemudian kami sisir, itu kami efisiensikan menjadi Rp229 triliun. Dari Rp 229 triliun itu terpakailah Rp 117 triliun,” jelasnya.
Selanjutnya, BGN berencana untuk membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Saat ini, terdapat sekitar 13 ribu SPPG yang sedang dalam antrean. BGN akan melakukan penyisiran yang ketat untuk memastikan pembentukan SPPG benar-benar sesuai dengan kebutuhan penerima program MBG.
“Kami sisir, memang tidak terus kemudian 13.000-nya buka semua enggak, ya itu kan baru ada juga yang masih titik, nah titik itu kemudian kami exclude. Kami akan aktivasi sesuai dengan kebutuhan yang ada di wilayah itu,” tutur Sudaryono.
Sudaryono memastikan bahwa tidak akan ada tambahan anggaran untuk pembentukan SPPG. Pembentukan unit pelayanan ini akan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan alokasi anggaran yang tersedia. “Insyaallah tidak perlu adanya penambahan anggaran, anggaran yang sekarang di 2026 ini insyaallah bisa kami maksimalkan sehingga kebutuhan MBG bagi wilayah-wilayah yang belum, bagi sekolah-sekolah yang belum,” tutupnya.






