BPS Ungkap Perubahan Data Desil Pengemudi Becak di Kulon Progo

Author Image

Rachmat

-

gegeronline.co.id

Terbit

28 Agustus 2026, 16:53 WIB

BPS Ungkap Perubahan Data Desil Pengemudi Becak di Kulon Progo
Tukang Becak Kulon ProgoFoto: Adji G Rinepta/detikJogja
SUMBER PILIHAN GEGERONLINE.CO.ID

Akses Berita & Informasi Terupdate Lebih Cepat

Jadikan gegeronline.co.id sebagai sumber utama di Google Search & AI Overviews agar tidak tertinggal update.

JAKARTA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memberikan penjelasan mengenai kasus Timbul (49), seorang pengemudi becak motor di Lendah, Kulon Progo, yang sempat tercatat dalam desil 9. Menurut Amalia, setelah dilakukan pembaruan data, status ekonomi Timbul kini telah bergeser ke desil 3.

“Kan sudah, sudah dimutakhirkan sekarang dia ada di desil 3,” ujar Amalia usai melakukan sensus ekonomi di Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026). Ia menambahkan bahwa pemutakhiran data ini memastikan status ekonomi Timbul sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Amalia menekankan pentingnya pemutakhiran data secara berkala di BPS. “Jadi kuncinya adalah pemutakhiran menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru,” jelasnya. Pemutakhiran data ini dilakukan agar data ekonomi yang tercatat akurat dan mencerminkan kondisi terkini.

Sebelumnya, Timbul terkejut saat mengetahui dirinya tercatat dalam desil 9. Hal ini diketahui ketika ia hendak mengurus Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk keperluan kuliah anaknya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Timbul berencana mengajukan keringanan biaya kuliah atau beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP) untuk anaknya yang diterima melalui jalur mandiri dengan biaya masuk Rp 15 juta.

“Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9,” ungkap Timbul pada Senin (24/8). Ia mengaku biasanya tercatat di desil 1-2 dan terakhir masih menerima bantuan sosial (bansos) PKH sekitar 4 hingga 6 bulan sebelumnya, yang nilainya mencakup sembako dan bantuan untuk anak sekolah senilai Rp 1,1 juta.

PARTNER NETWORK
Bangun Media & Aset Digital Lebih Cepat
Domain premium, website berita, optimasi publisher & solusi digital.

Related Post

Terbaru