Beranda / Bisnis / Asing Borong Saham BBCA dan BMRI, Bursa Efek Indonesia Catat Net Sell Rp 482,2 Miliar

Asing Borong Saham BBCA dan BMRI, Bursa Efek Indonesia Catat Net Sell Rp 482,2 Miliar

Asing Borong Saham BBCA dan BMRI, Bursa Efek Indonesia Catat Net Sell Rp 482,2 Miliar

JAKARTA – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (28/8/2026) diwarnai aksi borong saham oleh investor asing terhadap PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Meskipun demikian, secara keseluruhan, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 482,2 miliar.

Data Stockbit Sekuritas mencatat, investor asing merogoh kocek Rp 322,5 miliar untuk membeli saham BBCA di pasar reguler. Selain itu, saham BMRI juga diborong senilai Rp 267,5 miliar, dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp 109,5 miliar.

Di sisi lain, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi saham yang paling banyak dijual bersih oleh investor asing dengan nilai Rp 208,9 miliar. Disusul oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan net sell asing sebesar Rp 81,5 miliar.

Secara kumulatif sepanjang tahun berjalan ini, total net sell investor asing di BEI telah mencapai Rp 70,3 triliun, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia.

Sementara itu, MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 8.700. Target ini mencerminkan valuasi price to book value (PBV) sebesar 3,4 kali untuk estimasi tahun 2026 dan 3 kali untuk proyeksi 2027. Risiko utama yang diidentifikasi adalah perlambatan pertumbuhan kredit dan potensi memburuknya kondisi ekonomi makro.

Hingga Juli 2026, BBCA berhasil mencetak laba bersih (bank only) sebesar Rp 35,3 triliun, yang masih sejalan dengan ekspektasi. Menurut Analis MNC Sekuritas, Victoria Venny, laba bersih tersebut telah memenuhi 58% dari proyeksi MNC Sekuritas untuk tahun 2026 dan 59% dari target konsensus analis.

Pertumbuhan laba bersih BBCA selama tujuh bulan pertama 2026 tercatat sebesar 2% secara tahunan (year-on-year/yoy). Khusus pada Juli 2026, laba bersih BBCA mencapai Rp 5,1 triliun, menunjukkan peningkatan 5% yoy atau 12% secara bulanan (month-on-month/mom).

Dari sisi pendapatan bunga bersih (net interest income/NII), BBCA mencatat peningkatan 4% yoy menjadi Rp 7,1 triliun pada Juli 2026. Angka ini juga tumbuh 6% dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, secara kumulatif selama tujuh bulan pertama 2026, NII hanya tumbuh 0,3% yoy.

“Pertumbuhan kredit BCA sebesar 8% yoy sebagian besar terkompensasi oleh tekanan pada margin bunga bersih (net interest margin/NIM),” tulis Victoria dalam risetnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *