Geger Online – 15 Oktober 2026 | Setelah meraih kemenangan impresif atas Lyon di kompetisi domestik, RC Lens kini dihadapkan pada realitas keras di panggung Eropa. Pekan ini menjadi saksi betapa fluktuatifnya performa tim asuhan Yannick Cahuzac yang harus menelan pil pahit kekalahan di Liga Champions setelah sebelumnya tampil perkasa di Ligue 1.
Pada laga pekan ke-6 Ligue 1, RC Lens sukses membungkam Lyon dengan skor 2-1 di hadapan pendukungnya sendiri. Pertandingan tersebut menjadi bukti ketangguhan mental tim yang mampu mengendalikan jalannya laga melalui gol dari Sotoca dan sundulan Udol. Meski sempat diwarnai kartu merah bagi Udol di menit ke-84 yang membuat sisa pertandingan menjadi sangat menegangkan, kemenangan tersebut mengukuhkan posisi mereka sebagai kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah domestik Prancis.
Namun, euforia tersebut tidak bertahan lama saat mereka menjamu Sporting CP di Stadion Bollaert-Delelis dalam laga kedua fase liga Liga Champions. Menghadapi tim asal Portugal yang memiliki rekam jejak mentereng di kompetisi Eropa, RC Lens tampak kesulitan untuk mengonversi dominasi permainan menjadi gol. Meski sempat mencatatkan 21 tembakan sepanjang 90 menit, ketajaman di lini depan menjadi masalah serius yang membuat mereka gagal mencetak satu gol pun.
Also Read
Sporting CP tampil jauh lebih efisien. Luis Suarez menjadi momok menakutkan bagi pertahanan tuan rumah dengan mencetak gol pembuka pada menit ke-22. Keunggulan tersebut digandakan oleh Issa Doumbia pada menit ke-75, sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi tim tamu. Kekalahan ini menjadi catatan sejarah tersendiri bagi RC Lens, karena untuk pertama kalinya mereka gagal mencetak gol di kandang sendiri dalam laga Liga Champions.
Secara taktis, performa lini belakang yang dikawal pemain muda seperti Samson Baidoo dan Ismaëlo Ganiou sempat menjadi sorotan. Kecepatan pemain-pemain sayap Sporting CP berulang kali mampu mengeksploitasi celah di barisan pertahanan yang seringkali kehilangan koordinasi. Meski demikian, pelatih Yannick Cahuzac tetap memberikan apresiasi atas daya juang pemainnya yang terus menekan hingga peluit akhir dibunyikan.
Hasil kontras ini menjadi bahan evaluasi penting bagi manajemen dan staf pelatih. Fokus tim kini harus segera dialihkan ke laga Ligue 1 melawan ESTAC Troyes akhir pekan ini. Konsistensi menjadi kunci utama jika mereka ingin memperbaiki posisi di klasemen liga domestik sambil tetap menjaga harapan untuk melaju lebih jauh di kompetisi Eropa.
Kekalahan dari Sporting CP memang menyisakan kekecewaan mendalam, namun semangat juang yang ditunjukkan saat menghadapi Lyon sebelumnya adalah modal berharga. RC Lens membuktikan bahwa mereka memiliki kapasitas untuk bersaing dengan tim-tim besar, asalkan mampu menjaga ketenangan di depan gawang dan disiplin dalam mengawal area pertahanan di saat-saat krusial. Perjalanan musim 2026/27 masih panjang, dan adaptasi terhadap ritme permainan Eropa yang intens akan menjadi tantangan terbesar bagi skuad ini ke depannya.



