Gegeronline.co.id – 06 September 2026 | Ketegangan internal dalam organisasi alumni Universitas Terbuka (UT) di Sumatera Utara mencapai puncaknya hari ini. Sebanyak 14 Pengurus Cabang (PC) IKA UT dari berbagai kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara secara tegas menyatakan sikap untuk tolak muswil ulang hari ini, 14 PC IKA UT seluruh Sumut boikot agenda ilegal PP [titlebase]. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap penyelenggaraan Musyawarah Wilayah (Muswil) Ulang yang dianggap tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan mencederai integritas organisasi.
Para pengurus cabang menilai bahwa agenda Muswil Ulang yang dipaksakan oleh pihak Pengurus Pusat (PP) merupakan langkah yang ilegal, cacat secara prosedural, dan jauh dari ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. Menurut para pengurus daerah, Muswil I IKA-UT Medan yang sah sebenarnya sudah diselenggarakan di Tapanuli Tengah pada Mei 2026. Dalam forum tersebut, Sujanna Astuti Siregar telah ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua terpilih yang sah dan berkekuatan hukum organisasi.
Aksi pemboikotan ini mendapatkan dukungan penuh dari berbagai tokoh senior organisasi, termasuk mantan Ketua PW IKA UT Medan, Syarfi Hutauruk, yang bertindak sebagai Penanggung Jawab Muswil I Tapteng. Selain itu, Ketua Panitia Muswil I, Siti Zubaidah, juga menyatakan penolakan serupa. Mereka menegaskan bahwa upaya untuk mengadakan muswil tandingan merupakan bentuk rekayasa inkonstitusional yang berpotensi memecah belah persatuan para alumni di Sumatera Utara.
Also Read
Dalam pernyataan sikap resminya, ke-14 PC IKA UT yang memboikot acara tersebut merumuskan tiga poin utama:
- Menolak secara mutlak seluruh hasil dan kepengurusan yang lahir dari muswil ulang hari ini.
- Menyerukan kepada seluruh alumni di berbagai daerah untuk tidak mengakui hasil rekayasa inkonstitusional tersebut.
- Menuntut pihak Pengurus Pusat untuk menghormati mekanisme organisasi yang sudah berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Tindakan tolak muswil ulang hari ini, 14 PC IKA UT seluruh Sumut boikot agenda ilegal PP [titlebase] ini mencerminkan keresahan akar rumput terhadap kebijakan pusat yang dianggap tidak transparan. Para pengurus cabang berharap agar pihak-pihak terkait segera menghentikan upaya intervensi yang merusak tatanan organisasi.
Sebagai penutup, konflik ini menjadi pengingat penting bagi seluruh anggota IKA UT mengenai pentingnya menjaga marwah organisasi. Keputusan untuk tolak muswil ulang hari ini, 14 PC IKA UT seluruh Sumut boikot agenda ilegal PP [titlebase] menjadi bukti bahwa legitimasi sebuah organisasi harus dibangun di atas prosedur yang benar, bukan melalui kepentingan sepihak yang mencederai demokrasi internal. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih menunjukkan konsolidasi dari pihak-pihak yang menolak agenda tersebut guna mempertahankan hasil Muswil I yang dianggap sudah final.




