Skandal Viral Kepala Sekolah Pekalongan: Rekaman CCTV Bongkar Perselingkuhan di Ruang Kerja

Author Image

Rachmat

-

gegeronline.co.id

Terbit

6 September 2026, 08:25 WIB

Skandal Viral Kepala Sekolah Pekalongan: Rekaman CCTV Bongkar Perselingkuhan di Ruang Kerja
Skandal Viral Kepala Sekolah Pekalongan: Rekaman CCTV Bongkar Perselingkuhan di Ruang Kerja

Geger Online – 06 September 2026 | Publik di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, baru-baru ini digemparkan oleh beredarnya sebuah video rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan tindakan asusila di lingkungan sekolah dasar. Kasus yang melibatkan seorang kepala sekolah Pekalongan ini dengan cepat viral di media sosial, memicu kemarahan warga serta pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat. Video berdurasi 21 detik tersebut diduga diambil di salah satu ruangan sekolah di wilayah Langkap, Kecamatan Kedungwuni, pada awal Agustus 2026.

Kondisi ini bermula dari kecurigaan rekan sejawat yang sudah lama mencium adanya hubungan tidak pantas antara sang kepala sekolah dengan salah satu guru bawahannya. Isu mengenai kedekatan mereka memang sudah menjadi rahasia umum di lingkungan sekolah tersebut selama kurang lebih enam bulan. Merasa resah dengan perilaku yang dianggap mencoreng citra pendidik, para guru akhirnya berinisiatif melakukan iuran mandiri untuk memasang kamera CCTV di area sekolah guna mendapatkan bukti konkret atas dugaan tersebut.

Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid, saat dikonfirmasi pada Jumat (4/9/2026), membenarkan bahwa kedua oknum yang terekam dalam video tersebut adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah memiliki keluarga masing-masing. Pihak dinas bertindak tegas setelah rekaman tersebut tersebar luas dan menjadi konsumsi publik. "Oknum kepala sekolah Pekalongan tersebut langsung kami copot dari jabatannya dan kami tarik ke dinas untuk diproses lebih lanjut. Sementara untuk oknum guru yang terlibat, sudah kami pindahkan ke lokasi tugas yang jauh," ujar Kholid.

Pencopotan jabatan ini merupakan langkah administratif awal yang diambil oleh pemerintah daerah sebagai bentuk sanksi atas pelanggaran disiplin berat. Pihak Disdikbud saat ini masih menunggu disposisi lebih lanjut dari pimpinan serta rekomendasi dari Plt Bupati Pekalongan untuk menentukan sanksi disiplin lanjutan bagi kedua oknum tersebut. Kholid menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah Pekalongan ini tidak dapat ditoleransi karena telah mencederai marwah dunia pendidikan yang seharusnya menjadi teladan bagi anak didik.

Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh tenaga pendidik di Indonesia mengenai pentingnya menjaga moralitas dan etika profesi. Pihak Disdikbud Kabupaten Pekalongan berkomitmen untuk terus memantau proses disiplin ini agar ke depannya tidak ada lagi perilaku menyimpang yang terjadi di lingkungan sekolah. Saat ini, situasi di sekolah terkait telah berangsur kondusif meski proses pemeriksaan administratif masih terus berjalan di tingkat dinas.

Kasus ini memberikan pesan tegas bahwa setiap tindakan di ruang publik, termasuk di lingkungan pendidikan, memiliki konsekuensi hukum dan sosial yang besar. Pengawasan internal yang ketat serta integritas moral para pendidik menjadi kunci utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi sekolah. Dengan adanya sanksi tegas yang telah dijatuhkan, diharapkan citra pendidikan di Pekalongan dapat segera pulih dan kembali fokus pada pelayanan prima terhadap siswa.

Related Post

Terbaru