Tren kenaikan harga emas dinilai masih kuat meskipun logam mulia ini mulai menghadapi tekanan jual setelah kenaikan sekitar 15% sepanjang Agustus. Analis pasar FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai emas masih berada dalam kendali pembeli selama harga bertahan di atas sejumlah level support penting.
Pada Jumat (28/8/2026), harga emas hari ini tercatat naik 0,18% ke level US$ 4.609,74 per ons troi. Sehari sebelumnya, harga emas spot ditutup naik 0,16% menjadi US$ 4.601,89 per ons troi.
Razaqzada menjelaskan, kekhawatiran terhadap besarnya utang pemerintah Amerika Serikat kembali memicu aksi pelemahan dolar atau dollar debasement trade. Kondisi ini menjadi salah satu pendorong harga emas menembus sejumlah level resistance penting.
Namun, reli yang cukup tajam membuat pasar terlihat jenuh beli. Di sisi lain, keputusan Departemen Keuangan AS untuk meningkatkan pembelian obligasi jangka panjang guna menekan biaya pinjaman mulai membantu menstabilkan imbal hasil obligasi tenor panjang. “Kita melihat sedikit pembalikan dari perdagangan tersebut. Pertanyaannya sekarang, apakah dollar debasement trade akan terus berbalik karena imbal hasil obligasi telah sedikit turun,” kata Razaqzada mengutip dari Kitco.com.
Menurut dia, selama tidak terjadi penurunan signifikan pada imbal hasil obligasi jangka panjang, koreksi harga emas justru dapat menjadi peluang untuk kembali membeli.
Analisis Teknikal Harga Emas
Razaqzada menilai, prospek teknikal akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas ke depan. Emas kini menghadapi area resistance penting di kisaran US$ 4.655 hingga US$ 4.700 per ons troi. Area tersebut sebelumnya menjadi titik awal tekanan jual pada Mei.
Setelah kembali memasuki zona tersebut, emas mulai menghadapi aksi ambil untung. Pertanyaannya adalah, apakah tekanan jual akan semakin besar atau hanya menjadi jeda sebelum emas melanjutkan kenaikan.
“Struktur terbaru masih bullish, dengan harga telah menembus moving average 50 hari dan kemudian 200 hari, serta sejumlah level resistance jangka pendek,” ujar Razaqzada.
Meskipun demikian, ia mengingatkan investor untuk mencermati pergerakan emas jika harga kembali menguji level yang sebelumnya berhasil ditembus. Kegagalan harga untuk memantul dari level tersebut dapat menjadi sinyal awal pelemahan tren bullish.
Dari sisi support, Razaqzada memantau level sekitar US$ 4.515 per ons troi. Level tersebut sebelumnya merupakan area resistance dan kini berada dekat dengan moving average 200 hari. Support berikutnya berada di sekitar US$ 4.400 per ons troi. Jika kedua level tersebut gagal menahan tekanan jual, harga emas berpotensi mengalami koreksi lebih dalam.
Namun, Razaqzada menilai penjual masih harus membuktikan kekuatannya. Pasalnya, mereka belum berhasil mengambil kembali kendali sejak gagal mendorong harga emas secara meyakinkan di bawah level support jangka panjang US$ 4.000 per ons troi.






