Ribuan peserta dari 16 kabupaten dan kota di Jawa Barat memeriahkan Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara 2026. Acara yang digelar di Auditorium Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor ini bertujuan menghidupkan cerita legenda sebagai upaya pelestarian kekayaan budaya daerah.
Festival ini mengusung tema “Menghidupkan Legenda Jawa Barat, Menginspirasi Masa Depan”. Penyelenggaraan di Jawa Barat merupakan bagian dari ekspansi program Suara Nusantara ke berbagai wilayah sekaligus memperluas ruang partisipasi masyarakat dalam pelestarian tradisi lisan.
Tahun sebelumnya, festival yang diselenggarakan PT Navaswara Bhuwana Kencana ini telah digelar di Provinsi DKI Jakarta dan Banten. Pada 2026, festival mencatat partisipasi 1.120 peserta yang mendaftar dan mengunggah video mendongeng. Dari jumlah tersebut, 40 pendongeng terbaik dari 16 kabupaten dan kota terpilih untuk mengikuti babak semifinal yang berlangsung pada 22 Agustus 2026.
Ketua Panitia Suara Nusantara, Cahaya Manthovani, mengungkapkan keterkejutannya atas tingginya antusiasme masyarakat Jawa Barat terhadap cerita rakyat dan seni mendongeng. “Kalau boleh jujur, saya sangat kaget ketika mendapatkan total peserta yang ikut di Suara Nusantara Jawa Barat, yaitu 1.120 pendaftar. Hari ini tersisa 40 pendongeng terbaik, datang dari 16 kabupaten dan kota, membawa cerita dan bahasa daerahnya masing-masing ke satu panggung yang sama,” ujarnya.
Babak semifinal berhasil menyaring 20 pendongeng terbaik dari empat kategori untuk melaju ke babak final pada 23 Agustus 2026. Para finalis membawakan salah satu dari 15 judul cerita rakyat Jawa Barat yang telah ditentukan panitia. Mereka ditantang untuk mengembangkan penyajian melalui kemampuan bertutur, ekspresi, penghayatan karakter, dan kreativitas di atas panggung.
Proses penjurian melibatkan Ayo Dongeng Indonesia (AyoDi), yang telah menjadi dewan juri sejak awal penyelenggaraan festival. Keterlibatan AyoDi menjadi komitmen penyelenggara dalam menjaga kualitas kurasi dan penilaian. Rangkaian acara selama dua hari ini dihadiri ratusan pengunjung.
Meningkatkan Literasi
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Hafidz Muksin, mengapresiasi Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara sebagai mitra strategis pemerintah dalam penguatan literasi dan pelestarian bahasa daerah.
“Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Suara Nusantara yang menjadi mitra strategis dari pemerintah dalam rangka meningkatkan budaya baca, literasi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujar Hafidz.
Hafidz menjelaskan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan nasional. Kemampuan literasi tidak hanya membaca dan menulis, tetapi juga memahami informasi. Kemampuan bertutur juga dinilai berperan penting dalam pengembangan literasi.
“Salah satu kegiatan yang baik adalah mengangkat bahasa Sunda. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meningkatkan literasi sekaligus melestarikan bahasa daerah. Oleh karena itu, tentu kami sangat mengharapkan kegiatan yang diinisiasi oleh Kak Cahaya dapat terus ditingkatkan,” katanya. Ia juga memuji sambutan luar biasa terhadap festival ini, mencatat 1.120 peserta sebagai jumlah yang sangat baik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menempatkan penguatan SDM berkarakter unggul sebagai salah satu misi pembangunan daerah. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menekankan pentingnya empat kompetensi utama bagi generasi mendatang: berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi. Kemampuan ini perlu dibangun sejak pendidikan dasar.
“Critical thinking harus dibiasakan sejak SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak harus memiliki kemampuan untuk berpikir kritis atas apa yang terjadi di sekeliling kita. Kalau persoalan dikerjakan bersama-sama, tidak ada yang sulit. Kita perlu kemampuan untuk berkolaborasi dan berkomunikasi untuk mencapai tujuan yang lebih besar. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh Festival Mendongeng Cerita Rakyat Suara Nusantara,” ujar Herman. Ia menambahkan, storytelling dapat menjadi media efektif untuk menanamkan empat kompetensi tersebut sekaligus membangun karakter anak melalui cerita dan nilai-nilai yang disampaikan.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Trian Turangga, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, mengapresiasi festival yang mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang melalui cerita rakyat.
“Festival ini juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan anak-anak dan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu ruang yang penuh cerita. Setiap peserta membawa kisah, bahasa, dan kekayaan budaya dari daerahnya masing-masing. Semoga pertemuan tersebut membuka ruang saling mengenal dan menumbuhkan kebanggaan terhadap warisan budaya Indonesia,” ujar Trian Turangga. Ia berharap kegiatan ini dapat berlangsung baik dan memberi pengalaman berharga bagi seluruh peserta.
Babak final dimeriahkan penampilan tari oleh Hyang Sukma Ayu bersama kelompok tari Naluri Manca. Festival ini menyiapkan penghargaan bagi para pemenang berupa trofi, sertifikat, dan uang pembinaan. Juara pertama mendapatkan Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, dan juara ketiga Rp2 juta. Penghargaan lain diberikan untuk kategori Kostum Terbaik dan Juara Favorit dengan masing-masing Rp1 juta, serta Juara Harapan sebesar Rp500 ribu.






