JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan bergerak melemah pada perdagangan Senin, 31 Agustus 2026. Pelemahan ini dipicu oleh sentimen negatif dari bursa Wall Street yang terkoreksi, seiring meningkatnya probabilitas kenaikan suku bunga acuan dan penurunan harga mayoritas komoditas.
Meskipun demikian, terpilihnya gubernur Bank Indonesia definitif dan kinerja keuangan emiten bank yang relatif stabil pada Januari-Juli 2026 berpeluang memberikan sentimen positif bagi IHSG. CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan level support di kisaran 6.460-6.400 dan resistance di 6.575-6.635.
Sebelumnya, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah setelah Gubernur The Fed, Kevin Warsh, menyuarakan kekhawatirannya terhadap tren inflasi saat ini. Dalam pidatonya di simposium tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Warsh menyatakan bahwa meskipun data inflasi PCE dan CPI pada musim panas ini lebih baik dari ekspektasi, tren keseluruhannya belum menunjukkan perbaikan.
Warsh menambahkan bahwa The Fed harus yakin bahwa inflasi inti bergerak menuju target secara jelas dan cepat. Jika tidak, menjadi tugas The Fed untuk mencapai target tersebut. Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga acuan pada pertemuan September mendatang naik menjadi 57,5%, dari sebelumnya 35,4%.
Menyikapi kondisi pasar, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk diperdagangkan pada Senin, 31 Agustus 2026. Saham-saham tersebut adalah INDY, MDKA, EMAS, BFIN, PWON, dan MAPA.






