Geger Online – 01 Oktober 2026 | Pasar modal Indonesia mengalami guncangan pada awal pekan ini. Kondisi IHSG rontok hari ke-1 harga dasar saham Rp 1, ini respon BEI [titlebase] menjadi sorotan utama para pelaku pasar setelah otoritas bursa resmi menerapkan kebijakan baru. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat ditutup melemah signifikan sebesar 1,51% ke level 6.147,85 pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan implementasi aturan baru yang menghapus batas bawah harga saham dari Rp 50 menjadi Rp 1.
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, memberikan klarifikasi terkait fenomena pasar tersebut. Menurutnya, implementasi kebijakan yang memungkinkan saham bergerak di bawah Rp 50 tidak berkontribusi signifikan terhadap koreksi indeks secara keseluruhan. Fenomena IHSG rontok hari ke-1 harga dasar saham Rp 1, ini respon BEI [titlebase] yang banyak dikhawatirkan investor dinilai hanya sebagai dampak jangka pendek dari penyesuaian mekanisme pasar.
Data dari BEI menunjukkan terdapat 26 saham yang sebelumnya tertahan di level Rp 50 mengalami penurunan harga antara 8% hingga 14% pada hari pertama kebijakan diberlakukan. Saham-saham tersebut memiliki total bobot hanya 1,91% terhadap IHSG, sehingga kontribusinya terhadap penurunan indeks tercatat sebesar minus 0,27% atau sekitar 16,7 poin. Pihak bursa menegaskan bahwa proses perdagangan berjalan dengan lancar tanpa kendala teknis.
Also Read
Selain faktor internal, para analis mencatat bahwa pelemahan indeks juga dipicu oleh sentimen eksternal yang cukup kuat. Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji, menjelaskan bahwa koreksi IHSG hari ke-1 harga dasar saham Rp 1, ini respon BEI [titlebase] perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas. Tekanan global seperti kenaikan imbal hasil US Treasury, fluktuasi nilai tukar rupiah, tingginya harga minyak dunia, serta ketidakpastian geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran turut menjadi beban bagi pergerakan pasar saham domestik.
Berikut adalah ringkasan dampak kebijakan terhadap beberapa saham yang sebelumnya berada di level gocap:
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Total saham harga Rp 50 | 26 saham |
| Kontribusi terhadap penurunan IHSG | -0,27% |
| Penurunan harga saham terdampak | 8% – 14% |
Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk meningkatkan likuiditas dan menghadirkan mekanisme pembentukan harga atau price discovery yang lebih baik bagi saham-saham yang selama ini stagnan. Dengan memberikan ruang bagi saham untuk bergerak mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran, BEI berharap kualitas pasar modal Indonesia akan meningkat dalam jangka panjang.
Meskipun terjadi volatilitas, investor tetap disarankan untuk tetap tenang. Penyesuaian ini merupakan langkah strategis bursa untuk memberikan fleksibilitas bagi pelaku pasar dalam mengelola portofolio investasi mereka. Seiring berjalannya waktu, pasar diharapkan dapat menemukan keseimbangan baru setelah masa transisi berakhir.
Secara keseluruhan, meskipun IHSG rontok hari ke-1 harga dasar saham Rp 1, ini respon BEI [titlebase] menunjukkan bahwa otoritas bursa tetap optimis bahwa kebijakan baru ini akan membawa dampak positif bagi likuiditas saham-saham yang sebelumnya kurang aktif. Tekanan yang terjadi pada indeks saat ini lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen eksternal global yang berpadu dengan aksi penyesuaian portofolio oleh investor di tengah masa transisi aturan perdagangan.


