JAKARTA – PT Artha Dana Teknologi atau Indodana Fintech menempatkan manajemen risiko dan kepatuhan sebagai fondasi utama untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan digital yang berkelanjutan. Hingga kini, perusahaan telah menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 2,1 juta pengguna di seluruh Indonesia, mencakup berbagai kebutuhan mulai dari pembiayaan produktif, modal usaha, hingga kebutuhan keuangan rumah tangga.
Direktur Utama PT Artha Dana Teknologi, Ronny Wijaya, menegaskan bahwa setiap pertumbuhan bisnis harus sejalan dengan penerapan prinsip kehati-hatian guna menjaga kualitas portofolio pembiayaan. “Kami berfokus memberikan solusi keuangan dan menjaga pertumbuhan positif secara berkelanjutan. Manajemen risiko yang ketat dan kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat serta mempertahankan kinerja bisnis yang sehat,” ujarnya.
Ronny menambahkan bahwa seluruh pengembangan layanan Indodana tetap mengacu pada ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penilaian kemampuan membayar peminjam dan kepatuhan terhadap regulasi menjadi krusial agar perluasan akses pendanaan tidak justru meningkatkan risiko kredit bermasalah.
“Indodana mengarahkan pengembangan bisnis pada pembiayaan yang dinilai bertanggung jawab. Strategi tersebut mencakup penguatan proses penilaian kredit, pengelolaan risiko, dan pengembangan layanan digital. Pertumbuhan yang sehat bukan hanya tentang pencapaian bisnis, tetapi juga bagaimana memberikan akses pembiayaan yang bertanggung jawab dan menciptakan nilai jangka panjang,” jelas Ronny.
Perluasan pembiayaan digital memang berpotensi mendukung inklusi keuangan dan memenuhi kebutuhan modal masyarakat. Namun, pertumbuhan tersebut juga harus dibarengi dengan transparansi mengenai bunga, biaya, tenor, serta risiko keterlambatan pembayaran. Hal ini agar konsumen dapat mengambil keputusan yang terukur.
Indodana sendiri belum merinci nilai akumulasi pembiayaan, posisi pinjaman berjalan, pertumbuhan pendapatan, maupun tingkat keberhasilan bayar 90 hari dalam keterangan resminya. Data-data tersebut krusial untuk menilai kualitas portofolio dan keberlanjutan bisnis secara lebih menyeluruh.
Strategi pengelolaan risiko yang diterapkan Indodana ini menjadi salah satu aspek yang mengantarkan perusahaan meraih predikat The Excellent Performance Financial Technology Company 2026 untuk kategori perusahaan dengan aset Rp100 miliar hingga di bawah Rp500 miliar. Sebanyak 18 perusahaan teknologi finansial lainnya juga mendapatkan pengakuan serupa. Penilaian untuk penghargaan tersebut mencakup pertumbuhan bisnis, kualitas operasional, manajemen risiko, dan keberlanjutan usaha.






