Beranda / Berita / Nasional / Inovasi dan Investasi: Kunci Perluasan Layanan Kesehatan Nasional

Inovasi dan Investasi: Kunci Perluasan Layanan Kesehatan Nasional

Inovasi dan Investasi: Kunci Perluasan Layanan Kesehatan Nasional

JAKARTA – Pembangunan layanan kesehatan berskala besar memerlukan lebih dari sekadar fasilitas fisik. Inovasi yang didukung investasi berkelanjutan menjadi fondasi utama untuk menghadirkan pelayanan publik yang optimal, demikian ditegaskan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie.

Menurut Stella, agar layanan kesehatan dapat berdampak luas, kuncinya adalah membuatnya mudah diakses, terjangkau, dan akurat. Ia menekankan bahwa pengembangan teknologi kesehatan harus berawal dari riset dasar yang kokoh. Sebagai contoh, Stella menyebut Beijing Genomics Institute (BGI) yang berhasil bertransformasi dari pusat penelitian menjadi raksasa teknologi dengan investasi besar.

Di Indonesia, Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) menjadi contoh infrastruktur yang mendukung riset medis secara aktif, termasuk melalui kerja sama internasional dengan Singapura dan Inggris. Untuk mempercepat sinergi ini, Kemdikdristek telah meluncurkan portal riset nasional yang menghubungkan peneliti di perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan sektor industri.

“Perguruan tinggi berperan penting membangun fondasi pengetahuan. Ketika riset bertemu dengan investasi, industri, dan infrastruktur yang tepat, hasilnya dapat diperluas menjadi layanan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Stella.

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan sedang memperkuat integrasi data medis nasional melalui platform Satu Sehat. Platform ini berfungsi sebagai rekam kesehatan pribadi masyarakat.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mewujudkan riset akademis yang tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi menjelma menjadi produk teknologi dan layanan kesehatan masif yang terjangkau bagi seluruh rakyat Indonesia. Tantangan aksesibilitas dan kemandirian teknologi kesehatan masih menjadi isu strategis nasional. Ketergantungan pada impor alat kesehatan dan bahan baku obat menyebabkan biaya layanan medis cenderung mahal.

Melalui penguatan ekosistem riset berstandar internasional dan kemitraan strategis antara akademisi, industri, serta pemerintah (triple helix), Indonesia berupaya menciptakan efisiensi sistem kesehatan. Langkah terintegrasi ini krusial demi mewujudkan ketahanan kesehatan nasional yang merata dan adaptif terhadap krisis di masa depan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *