Beranda / Berita / Nasional / Jasa Marga Integrasikan Tiga Pilar Layanan demi Kenyamanan Pengguna Jalan Tol

Jasa Marga Integrasikan Tiga Pilar Layanan demi Kenyamanan Pengguna Jalan Tol

Jasa Marga Integrasikan Tiga Pilar Layanan demi Kenyamanan Pengguna Jalan Tol

PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengintensifkan integrasi tiga pilar utama layanannya: preservasi jalan, pengelolaan rest area, dan penyediaan informasi jalan tol. Langkah strategis ini merupakan bagian dari transformasi perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience).

Penguatan integrasi ketiga pilar tersebut menjadi sorotan utama dalam kunjungan Senior Director Transportation Sector PT Danantara Asset Management (DAM) Wamildan Tsani Panjaitan beserta jajaran ke Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) di Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan yang dihadiri jajaran Direksi Jasa Marga dan Direksi Anak Perusahaan Jasa Marga Group ini menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengembangan layanan jalan tol.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, menjelaskan bahwa transformasi ini selaras dengan arahan Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN untuk meningkatkan kualitas layanan. “Kami ingin mendorong transformasi peradaban melalui pergeseran dari infrastructure menjadi infraculture, dengan mengubah paradigma yang semula berfokus pada pengembangan jalan tol sebagai aset infrastruktur menuju budaya pelayanan terbaik dalam menghadirkan pengalaman perjalanan penuh arti melalui semangat melayani sepenuh hati,” ujar Rivan.

Ketiga pilar layanan ini dirancang untuk saling melengkapi demi kenyamanan pengguna. Pilar preservasi fokus menjaga kualitas dan keselamatan jalan (protect the journey), rest area menjadi titik destinasi yang mendukung kenyamanan (support the journey), sementara layanan informasi memastikan ketersediaan informasi yang tepat dan mudah diakses (inform the journey).

Penguatan Pilar Preservasi dan Keselamatan

Dalam pilar preservasi, Jasa Marga mengembangkan sistem TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System) dan sarana pendukung seperti Hawkeye. Sistem ini memungkinkan identifikasi dini kondisi infrastruktur jalan, sehingga pelaporan, penentuan kebutuhan pemeliharaan, hingga respons perbaikan dapat dilakukan secara terukur, responsif, dan terstandar.

Upaya penguatan keselamatan juga difokuskan pada penanganan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL). Mengingat volume truk yang mencapai 13% dari total lalu lintas namun terlibat dalam sekitar 70% kejadian khusus, Jasa Marga berkolaborasi intensif dengan Kementerian Perhubungan dan Korlantas Polri. Integrasi sistem Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) dengan Weigh In Motion (WIM) dan RFID Reader menjadi krusial untuk mendukung pengawasan kendaraan angkutan barang. Integrasi ini merupakan bagian dari upaya mendukung penanganan Zero ODOL 2027 sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Transformasi Rest Area Menjadi Destination Area

Pada pilar layanan rest area, Jasa Marga melakukan penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta penerapan manajemen sampah dan area hutan kota (urban forest area). Transformasi ini bertujuan mengubah rest area dari sekadar tempat transit menjadi area destinasi yang modern, humanis, dan nyaman, sekaligus memberikan nilai tambah sosial dan ekonomi.

Optimalisasi Layanan Informasi Jalan Tol

Untuk pilar layanan informasi jalan tol, Jasa Marga mengoptimalkan JMTC sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real time. Hal ini mendukung pengambilan keputusan operasional dan penyampaian informasi kepada pengguna. Ekosistem ini diperkuat melalui aplikasi Travoy dan Radio Travoy FM untuk memastikan informasi perjalanan mudah diakses.

Kolaborasi dan Apresiasi dari Danantara Indonesia

Senior Director Transportation Sector DAM, Wamildan Tsani Panjaitan, menegaskan pentingnya kolaborasi untuk mendorong transformasi BUMN transportasi. Ia menekankan bahwa keberhasilan Jasa Marga tidak hanya diukur dari pertumbuhan traffic atau pendapatan, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan pengguna, seperti kondisi jalan yang terjaga, kelancaran perjalanan, keselamatan yang terjamin, serta kemampuan antisipasi gangguan.

Wamildan mengapresiasi kelengkapan fitur aplikasi Travoy dan mendorong Jasa Marga untuk terus memperluas kanal penyampaian informasi agar lebih inklusif. Ia juga memberikan apresiasi terhadap pengelolaan Travoy Rest KM 88A dan KM 88B Jalan Tol Cipularang sebagai praktik baik yang diharapkan dapat direplikasi pada rest area lainnya dengan standar yang seragam dan konsisten.

Peningkatan Kepuasan Pelanggan

Upaya penguatan layanan Jasa Marga tercermin dari Indeks Kepuasan Pelanggan tahun 2025 yang mencapai 5,13 dari skala 6 (kategori “Puas”), meningkat 0,09 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada semester I 2026, tingkat kepuasan pengguna terhadap pelayanan bantuan petugas mencapai 98,85%. Capaian ini menunjukkan komitmen Jasa Marga dalam meningkatkan kualitas layanan di setiap titik interaksi dengan pengguna jalan.

Sebagai pengelola jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga terus berupaya menghadirkan perjalanan yang lancar, mudah, aman, nyaman, dan berkeselamatan, sejalan dengan Asta Cita Pemerintah dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan meningkatkan keselamatan konektivitas nasional.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *