Beranda / Bisnis / Komponen Lokal: Kunci Penguatan dan Kemandirian Industri Nasional

Komponen Lokal: Kunci Penguatan dan Kemandirian Industri Nasional

Komponen Lokal: Kunci Penguatan dan Kemandirian Industri Nasional

Penguatan industri dalam negeri menuntut kemampuan produk dan jasa yang berkualitas serta kapasitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan pasar. Peningkatan penggunaan komponen lokal menjadi salah satu kunci utama dalam membangun rantai pasok nasional dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar di dalam negeri.

Vice President Divisi Bisnis Strategis Industrial Service PT Surveyor Indonesia (Persero), Sarjuni Adicahya, menjelaskan bahwa penguatan industri tidak hanya sekadar melihat seberapa besar komponen lokal yang digunakan. Aspek yang lebih penting adalah bagaimana penggunaan komponen lokal dapat mendorong tumbuhnya kemampuan industri secara menyeluruh, mencakup bahan baku, kapasitas produksi, kualitas, teknologi, hingga sumber daya manusia.

“PTSI mengambil peran dengan menghadirkan layanan pengukuran dan verifikasi yang kredibel untuk mendukung proses tersebut,” ujar Sarjuni dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/8/2026).

Peningkatan penggunaan komponen lokal memberikan dampak luas pada ekosistem industri. Keterlibatan industri nasional yang lebih besar dalam penyediaan barang dan jasa turut mengalirkan manfaat kepada pemasok, manufaktur, distribusi, hingga tenaga kerja. Rantai pasok yang kuat pada akhirnya dapat meningkatkan kapasitas produksi, membuka peluang investasi, mendorong transfer teknologi, serta menciptakan lapangan kerja.

Kebijakan yang mendorong peningkatan komponen lokal terbukti memberikan dampak nyata terhadap perkembangan industri. Salah satu contoh terlihat pada industri ponsel, komputer genggam, dan tablet. Dalam periode 2014–2019, angka impor produk tersebut menurun hingga 93%, sementara produksi di dalam negeri meningkat hingga 15,5 kali lipat. Perkembangan ini juga diiringi dengan tumbuhnya investasi dan penyerapan tenaga kerja dalam ekosistem industri terkait.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa ketika industri dalam negeri diberi ruang untuk tumbuh dan didukung kebijakan yang tepat, dampaknya bisa melampaui peningkatan penggunaan komponen lokal. “Ada peningkatan produksi, investasi, penyerapan tenaga kerja, hingga terbentuknya ekosistem industri yang semakin matang,” tambah Sarjuni.

Penguatan industri nasional memerlukan keseimbangan antara ketersediaan, kualitas, dan daya saing produk dalam negeri. Industri lokal tidak hanya harus mampu memproduksi, tetapi juga beradaptasi dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan efisiensi, mengembangkan teknologi, serta menghasilkan produk dan jasa yang kompetitif.

Dalam konteks ini, PTSI berperan sebagai bagian dari ekosistem yang mendukung peningkatan kapasitas dan kredibilitas industri nasional. Melalui kompetensi dan pengalaman di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PTSI berkomitmen menghadirkan layanan yang mendukung pelaku industri dalam meningkatkan kualitas, kapasitas, serta daya saing.

Bagi PTSI, penguatan industri dalam negeri adalah proses jangka panjang. Semakin kuat kemampuan industri nasional, semakin besar nilai ekonomi yang dapat diciptakan dan dipertahankan di Indonesia secara mandiri dan berkelanjutan.

Dengan penguatan penggunaan komponen lokal dan peningkatan kapabilitas industri, PTSI meyakini industri nasional dapat semakin berperan sebagai penggerak perekonomian. “Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, penyedia barang dan jasa, serta lembaga pendukung menjadi kunci untuk memastikan pertumbuhan tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan,” tutup Sarjuni.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *