Beranda / Bisnis / Laba Bersih ADRO Melonjak 76%, Kinerja Keuangan Semester I 2026 Menguat Signifikan

Laba Bersih ADRO Melonjak 76%, Kinerja Keuangan Semester I 2026 Menguat Signifikan

Laba Bersih ADRO Melonjak 76%, Kinerja Keuangan Semester I 2026 Menguat Signifikan

JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat kinerja keuangan yang impresif pada semester I 2026. Perseroan membukukan pendapatan usaha sebesar US$ 999,24 juta atau sekitar Rp 17,8 triliun, menunjukkan peningkatan 16,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat US$ 857,69 juta.

Laba bruto ADRO turut mengalami penguatan signifikan, mencapai US$ 422,68 juta pada Januari-Juni 2026. Angka ini melonjak 48,7% dari US$ 284,27 juta pada semester I 2025. Peningkatan ini didukung oleh beban pokok pendapatan yang relatif stabil di angka US$ 576,55 juta, nyaris tidak berubah dari US$ 573,42 juta pada tahun sebelumnya.

Pencapaian terbesarnya terlihat pada laba bersih. Alamtri Resources Indonesia berhasil meraup laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 309,36 juta atau sekitar Rp 5,52 triliun. Angka ini melesat 76,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Manajemen ADRO juga melaporkan adanya peningkatan total liabilitas perseroan sebesar US$ 864 juta atau 48%. Liabilitas tercatat menjadi US$ 2,67 miliar pada laporan keuangan semester I 2026, naik dari US$ 1,81 miliar pada akhir tahun fiskal 2025. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh kenaikan liabilitas sewa sebesar US$ 680 juta (892%), dari US$ 76 juta menjadi US$ 756 juta. Hal ini dikarenakan adanya perjanjian sewa baru untuk bangunan dan peralatan.

Selain itu, utang bank perseroan juga bertambah US$ 438 juta atau 59%, dari US$ 745 juta menjadi US$ 1,18 miliar. Penarikan tambahan fasilitas pinjaman ini dilakukan untuk membiayai proyek smelter aluminium.

Meskipun demikian, pergerakan saham ADRO pada perdagangan Jumat (28/8/2026) ditutup melemah 1,11% ke level Rp 2.670. Namun, dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, saham ADRO menunjukkan tren positif dengan kenaikan mencapai 16,09%.

Saat ini, rasio price to book value (PBV) ADRO berada di angka 0,93 kali. Rasio ini membandingkan harga saham di pasar dengan nilai buku per saham. Sementara itu, rasio price earning ratio (PER) ADRO tercatat 7,22 kali secara annualized, yang membandingkan harga saham pasar dengan laba per saham yang disetahunkan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *