JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Panglima Jilah, pemimpin besar suku Dayak se-Kalimantan, di Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo memberikan instruksi langsung untuk memenuhi berbagai aspirasi masyarakat Dayak yang disampaikan oleh Panglima Jilah.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Presiden merespons permintaan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah pedalaman Kalimantan, khususnya di Sanggau dan sekitarnya. Pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung aktivitas masyarakat.
Selain infrastruktur, perhatian juga diberikan pada peningkatan akses pendidikan. Pemerintah akan mendorong pembangunan Sekolah Rakyat dan penyediaan beasiswa di berbagai kota adat Dayak. Teddy menyebutkan bahwa saat ini sudah terdapat dua Sekolah Rakyat yang terbangun di Kalimantan Barat.
Instruksi pembangunan rumah adat Dayak juga diberikan sebagai upaya menjaga keberadaan dan keberlanjutan budaya masyarakat adat. Dalam pertemuan tersebut, aspirasi masyarakat Dayak untuk mengabdi kepada negara melalui TNI dan Polri turut dibahas. Teddy menyatakan bahwa persyaratan untuk masuk TNI-Polri akan disesuaikan kembali, termasuk terkait penggunaan tato bagi suku adat.
Pembahasan lain dalam pertemuan tersebut adalah upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Panglima Jilah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat adat dalam menjaga lingkungan dan mencegah karhutla. Edukasi kepada masyarakat melalui tokoh adat terus dilakukan agar tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan.
Teddy menambahkan bahwa peran tokoh adat sangat penting karena kedekatan dan pengaruh mereka di tengah masyarakat dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan. “Bagi masyarakat adat, menjaga alam adalah bagian dari menjaga kehidupan. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah serta menangani karhutla secara bersama,” pungkas Teddy.






